Berita

Mantan Presiden Interim Bolivia, Jeanine Anex ditangkap atas dugaan kudeta terhadap pemerintahan Evo Morales pada 2019/Telam

Dunia

Terlibat Kudeta, Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez Ditangkap

MINGGU, 14 MARET 2021 | 06:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan presiden interim Bolivia, Jeanine Anez dilaporkan telah ditangkap karena dugaan melakukan kudeta, ketika ia menggantikan pendahulunya, Evo Morales.

Berita penangkapan Anez diungkap oleh Menteri Dalam Negeri Carlos Eduardo del Castillo lewat unggahan di Twitter dan Facebook, seperti dimuat AP, Sabtu (13/3).

"Saya memberi tahu rakyat Bolivia bahwa Nyonya Jeanine Anez telah ditangkap dan saat ini berada di tangan polisi," ujarnya.


Anez sendiri ditangkap dengan surat perintah penangkapan atas tuduhan terorisme, menghasut, dan konspirasi atas dugaan kudeta pada November 2019.

Selain Anez, dua mantan menteri pemerintahan sementara, yaitu mantan Menteri Kehakiman Alvaro Coimbra dan mantan Menteri Energi Rodrigo Guzman, juga ditahan dalam penyelidikan yang sama.

Di Twitter, Anez mengutuk surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh kantor kejaksaan tersebut.

"Penganiayaan politik telah dimulai," cuitnya.

Menurut penyiar Bolivia TV, Anez telah dipindahkan ke La Paz. Sementara di kediamannya di kota Trinidad, polisi telah berkumpul.

Anez menggantikan Morales setelah ia melarikan diri dari Bolivia karena protes nasional atas dugaan kecurangan pemilu.

Beberapa sekutu Morales yang memegang jabatan senior juga melarikan diri, meninggalkan Anez sebagai pejabat Senat paling senior yang masih bertahan.

Setelah menjabat, Anez mengatur pemilihan presiden baru pada Oktober 2020 yang dimenangkan oleh Luis Arce, seorang anggota partai Gerakan Morales untuk Sosialisme.

Kemenangan Acre menjadi kebangkitan Morales. Ia pun kembali ke Bolivia pada November lalu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya