Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyemprotkan cairan hand sanitizer saat konferensi pers, diduga sikapnya itu hanya becanda untuk menghindari pertanyaan seputar perombakan kabinet/Net

Dunia

Semprot Wartawan Dengan Cairan Hand Sanitizer, PM Thailand Minta Maaf: Itu Hanya Bercanda

SABTU, 13 MARET 2021 | 16:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyampaikan permintaan maafnya karena telah menyemprotkan cairan hand sanitizer ke arah wartawan saat melakukan konferensi pers mingguan Selasa (9/3) lalu. Permintaan maaf Prayut disampaikan pada Jumat (12/3) waktu setempat.

Dia mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menyakiti atau tidak menghormati para wartawan. Prayut mengatakan itu terjadi karena mereka terkadang bercanda satu sama lain.

“Siapa yang menyebarkan (gambar)? Saya bercanda dengan Anda. Karena itu, mulai sekarang kita tidak akan bercanda satu sama lain. Itu saja,” ucapnya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (13/3).


Kejadian bermula saat wartawan menanyakan tentang kemungkinan rencana perombakan dalam kabinetnya. Setelah menjawab beberapa pertanyaan tersebut, Jenderal Prayut mengatakan kepada wartawan untuk mengurus urusan mereka sendiri, sebelum akhirnya dia mengambil sebotol alkohol cair dan menyiram ke barisan depan wartawan.

Atas insiden tersebut, PM dikritik oleh media Thailand dan asing, banyak yang mengatakan dia tidak sopan, bahkan menghina para wartawan, meskipun beberapa jurnalis di Gedung Pemerintah mengatakan mereka menyadari itu hanya dimaksudkan sebagai lelucon.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya