Berita

PM Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Tidak Dapat Akses Dari Yordania, Kunjungan PM Netanyahu Ke UEA Ditunda Lagi

JUMAT, 12 MARET 2021 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terpaksa membatalkan kunjungannya ke Uni Emirat Arab. Pejabat Israel pada Kamis (11/3) mengatakan, tanggal baru akan ditetapkan untuk kunjungan tersebut.

Time of Israel melaporkan bahwa Yordania pada Kamis, menolak mengijinkan Netanyahu terbang melalui wilayah udaranya dalam perjalanan ke UEA untuk kunjungan resmi pertamanya setelah penandatanganan perjanjian damai antara Israel dan UEA.

Rencananya, Netanyahu akan menuju ke Emirates pada Kamis, dengan media lokal berspekulasi bahwa dia juga akan bertemu dengan pejabat UEA dan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman dan Perdana Menteri Sudan Abdullah Hamdok selama kunjungannya. Saudi sendiri telah membantah isu tersebut.


"Kunjungan Netanyahu ditunda karena kesulitan dalam mengkoordinasikan penerbangannya di wilayah udara Yordania. Kesulitan ini tampaknya berasal dari pembatalan kunjungan Putra Mahkota Yordania ke Temple Mount karena ketidaksepakatan atas prosedur keamanan di situs tersebut,” kata kantor perdana menteri dalam surat  pernyataan, Kamis.

“Yordania baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan penerbangan perdana menteri untuk menggunakan wilayah udara Yordania tetapi karena pengumuman tersebut terlambat diterima, perdana menteri dan Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed setuju untuk berkoordinasi pada tanggal lain untuk kunjungan perdana menteri," lanjutnya.

Rencana kunjungan ini berkali-kali mengalami penundaan. Netanyahu sendiri terlihat sangat ingin melakukan perjalanan sebelum pemilihan 23 Maret.

Survei menunjukkan perdana menteri berjuang untuk mengumpulkan mayoritas 61 kursi Knesset yang akan memungkinkannya untuk membentuk koalisi, meskipun para pesaingnya juga tidak memiliki rute yang jelas menuju kekuasaan, dan waktu perjalanan bisa mendukung kampanye Netanyahu.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya