Berita

Presiden Joko Widodo saat meninjau proses vaksinasi massal untuk ulama, tokoh lintas agama dan para santri yang digelar di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu (10/3)/Repro

Nusantara

Didampingi AHA Dan Ganjar, Jokowi Tinjau Vaksinasi Seniman Yogyakarta Hingga Tokoh Agama Dan Santri Di Semarang

RABU, 10 MARET 2021 | 17:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Proses vaksinasi massal yang digelar di Yogyakarta dan Semarang ditinjau secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (10/3).

Dalam kesempatan itu, Jokowi ditemani Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (AHA) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di Yogyakarta, Jokowi meninjau proses vaksinasi untuk kelompok seniman dan budayawan. Sementara di Semarang, dia meninjau vaksinasi untuk ulama, tokoh lintas agama dan para santri.


Dalam jumpa pers usai peninjauan vaksinasi massal di Semarang, Jokowi menyampaikan harapannya kepada penerima vaksin.

"Saya berharap beliau-beliau yang telah divaksin bisa terlindungi dan tidak terpapr Covid-19, dan aktivitasnya dalam rangka keagamaan bisa berjalan dengan baik," ujar Jokowi di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah.

Mantan Wali Kota Solo ini juga meminta agar vaksinasi massal bisa dilakukan juga di provinsi-provinsi lainnya, supaya kekebalan komunal (heard immunity) bisa segera terealisasi.

"Saya berharap juga di provinsi-provinsi yang lain agar mendorong, mengajak para ulama, tokoh lintas agama dan para santri untuk juga berbondong-bondong diberikan vaksinasi," tuturnya.

"Sehingga kita harapkan semakin hari semakin banyak dari warga kita yang divaksinasi. Dan ini akan memberikan kekebalan komunal, dan kita berharap laju penularan Covid-19 bisa kita hentikan, bisa kita cegah," demikian Joko Widodo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya