Berita

Elon Musk/Net

Dahlan Iskan

Bukan Kudeta

SENIN, 08 MARET 2021 | 04:22 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

LAJU kenaikan harga saham Tesla akhirnya terhenti. Tahun lalu saham Tesla naik gila-gilaan: lebih dari 100 persen. Itu membuat pemilik Tesla Elon Musk tiba-tiba jadi orang terkaya No. 1 di dunia.

Minggu lalu roda saham berputar cepat. Gelar terkaya nomor 1 itu turun ke nomor 2. Bahkan gelar nomor 2 itu pun hanya sebentar saja. Minggu lalu turun lagi ke nomor 3 atau nomor 5.

Yang mengerem laju kenaikan saham Tesla itu ternyata pemain lama otomotif: Ford. Tidak disangka, Ford fleksibel dalam memutuskan untuk masuk ke mobil listrik.


Tesla menjadi tidak sendirian lagi di pasar mobil listrik Amerika. Apalagi Ford masuk ke mobil listrik dengan strategi yang amat jitu.

Semua ahli marketing akan menilai cara Ford masuk mobil listrik ini sangat pintar. Yakni manfaatkan brand legendaris di keluarga besar Ford: Mustang.

Merek Mustang bukan saja sukses di masa lalu –tersukses kedua setelah Model T– tapi juga berhasil sangat melekat di hati orang Amerika. Sampai-sampai penggemar Mustang membuat persatuan yang sangat eksis. Mustang telah diidentikkan dengan kemachoan. Seseorang yang mengendarai Mustang dianggap lebih laki-laki.

Kini Ford memproduksi mobil listrik dengan nama Mustang Mach E. Langsung laris. Merebut pasar Tesla di Amerika. Orang pun melihat Mustang menjadi pesaing Tesla head-to-head.

Nama Mustang diambil dari nama kuda yang dibiarkan hidup liar. Kuda jenis mustang ini sekarang dilindungi. Hidupnya hanya di bagian barat Amerika.

Tahun 1930 masih ada sekitar 160.000 mustang yang hidup secara liar. Jumlah itu turun terus sampai tinggal 25.000 di tahun 1960-an. Setelah dilindungi, tahun lalu jumlah mustang menjadi sekitar 60.000 ekor.

Dua tahun lalu, ketika ke Nevada Utara, saya melihat banyak mustang hidup liar di sana. Setidaknya ada 20 mustang berlarian berkelompok. Kuda jenis mustang ini memang kelihatan lebih kecil dari kuda milik para cowboy. Tapi juga kelihatan lebih liar.

Itulah pertama kali saya melihat gerombolan mustang. Yakni ketika saya dalam perjalanan dari kota Reno ke pabrik baterai Tesla yang jauh di luar kota. Pabrik itu luasnya 1 juta hektare. Yakni di tengah-tengah padang Nevada bagian utara.

Mustang-nya Ford kini siap berpacu dengan Tesla. Kelas Mustang Mach E mirip dengan Tesla model S. Dengan harga USD 45.000 sampai USD 60.000. Lebih murah dari Tesla.

Tentu bukan hanya Mustang yang menyebabkan harga saham Tesla merosot sampai 16 persen minggu lalu. Bahkan kalau dibanding puncaknya telah turun 35 persen.

Kekayaan Elon Musk pun turun drastis. Turunnya saja sekitar Rp 400 triliun hanya dalam empat hari. Dengan penurunan itu, kekayaan Elon Musk kini "tinggal" sekitar Rp 300 triliun.

Tapi Elon Musk mencoba tenang-tenang saja. Harga saham Tesla memang terlalu tinggi –dibanding nilai riil Tesla sebagai perusahaan. Itu karena Tesla seperti raja tanpa calon penantang.

Ternyata penantang itu datang begitu cepat.

Bulan Februari 2021 adalah bulan valentine bagi Ford. Satu bulan itu saja –bulan kedua Mustang Mach E mulai dijual– bisa laku 3.730 buah. Kerinduan akan kehebatan mobil Mustang ternyata terobati dengan edisi Mustang mobil listrik ini.

Elon Musk sendiri seperti tidak ingin terlihat panik. Ia seperti menunjukkan sikap bersahabat terhadap Ford. Ia seperti ingin mengatakan "justru sekarang Tesla punya teman bermain".

Lihatlah bunyi tweet Elon Musk pekan lalu: Hanya Tesla dan Ford yang belum pernah bangkrut di antara 1000-an pabrik mobil baru dalam sejarah Amerika. Membuat prototype adalah mudah. Memproduksi mobil adalah sulit. Dan menjadikan cash flow positif itu sangat mengerikan.

Tesla seperti ingin memuji Ford yang mempunyai sejarah begitu panjang. Padahal, di balik itu, Tesla ingin mengesankan: biar pun muda Tesla sudah sejajar dengan Ford.

Reaksi dari Ford lebih mengejutkan lagi. CEO baru Ford Jim Farley, hanya membalas tweet Elon Musk itu dengan satu kata saja. Tapi justru reaksi CEO Ford itu yang jadi topik nasional di Amerika.

Sambutan satu kata dari CEO Ford itu adalah ini: "Respect".

Elon Musk punya 48 juta follower. Farley hanya punya 27.000. Musk baru berumur 48 tahun. Farley sudah 58 tahun.

Tapi persaingan bisnis ternyata tidak harus saling kudeta. Mereka bisa tetap saling respek.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya