Berita

Perdana Menteri China Li Keqiang/Net

Dunia

Tindak Tegas Separatisme, China Ajak Taiwan Reunifikasi

JUMAT, 05 MARET 2021 | 17:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China, sekali lagi, menyatakan komitmennya untuk terus menindak tegas dan mencegah kemerdekaan Taiwan. Meski Beijing juga mempromosikan upaya reunifikasi damai.

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri China, Li Keqiang ketika membuka sesi pertemuan tahunan parlemen pada Jumat (5/3), seperti dikutip Reuters.

Li menegaskan, Beijing berpegang teguh pada prinsip "Satu China", yang menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian darinya. Ia juga menekankan untuk mempromosikan hubungan damai di seluruh Taiwan dan reunifikasi China.


"Kami akan tetap sangat waspada terhadap dan dengan tegas mencegah aktivitas separatis yang mencari kemerdekaan Taiwan," tegas Li.

"Kami akan mempromosikan pertukaran, kerja sama, dan pembangunan terintegrasi di seluruh Selat Taiwan. Bersama-sama kita dapat membentuk masa depan peremajaan yang cerah untuk bangsa kita yang hebat," lanjut dia.

Menanggapi pernyataan tersebut, Dewan Urusan Daratan Taiwan mendesak China untuk memulai interaksi yang ramah secara bertahap untuk menyelesaikan perselisihan melalui komunikasi.

Kendati begitu, dewan menegaskan, Taiwan akan terus membela kedaulatan, demokrasi, dan kebebasan.

"Pertukaran yang sehat dan teratur lebih baik daripada tekanan yang dipaksakan di Taiwan," ujar dewan.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah meningkatkan aktivitas militer di pulau yang dijuluki Formosa itu dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, sebagian besar warga Taiwan menunjukkan ketidakinganan mereka untuk diperintah Taiwan. Mereka memiliki pemerintahan yang demokratis yang dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen.

China percaya Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi Taiwan, yang membuat Beijing marah ketika Tsai memenangkan kembali pemilu untuk kedua kalinya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya