Berita

Duta Besar Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun/Net

Dunia

PBB: Dubes Myanmar Yang Ditunjuk Junta Militer Mengundurkan Diri

JUMAT, 05 MARET 2021 | 11:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Duta Besar Myanmar untuk PBB yang dipilih oleh militer, Tin Maung Naing mengundurkan diri karena pendahulunya, Kyaw Moe Tun terus mewakili Burma.

Junta militter yang menggulingkan pemerintahan sipil telah memecat Kyaw Moe Tun pada Sabtu (27/2), sehari setelah ia memohon agar Majelis Umum PBB membantu mengembalikan demokrasi ke Myanmar.

Setelah itu, militer menunjuk Tin Maung Naing untuk menggantikannya yang memicu dilema diplomatik di PBB.


PBB sendiri tidak mengakui pemecatan Kyaw Moe Tun karena belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait perubahan pemerintahan. Selain itu, Kyaw Moe Tun juga menegaskan bahwa ia akan tetap mewakili Myanmar.

"Karena itu saya ingin mengonfirmasi kepada Anda bahwa saya tetap menjadi wakil tetap Myanmar untuk PBB," tegas Kyaw Moe Tun.

Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Myanmar mengirim pemberitahuan verbale ke PBB bahwa Kyaw Moe Tun telah digantikan.

Dujarric mengatakan PBB tengah memeriksa pernyataan kontradiktif tersebut dan komite protokol akan menyelidikinya.

Keputusan pada awalnya dapat diambil pada pemilihan suara mayoritas di Majelis Umum, di mana keputusan itu juga akan berari mengakui atau tidak siapa yang memegang kekuasaan di Myanmar.

Namun jurubicara PBB, Stephane Dujarric pada Kamis (4/3) mengatakan misi Myanmar telah mengirim komunikasi yang menginformasikan bahwa Tin Maung Naing telah menyerahkan surat pengunduran dirinya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya