Berita

Chris Smith berbicara dengan anggota pasukan Garda Nasional/Net

Dunia

Anggota Parlemen Minta Pelosi Selidiki Makanan Yang Tercemar Yang Membuat Pasukan Garda Nasional Jatuh Sakit

JUMAT, 05 MARET 2021 | 06:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL Anggota parlemen perwakilan New Jersey, Chris Smith, meminta dilakukannya penyelidikan kemungkinan makanan tercemar setelah puluhan pasukan Garda Nasional yang menjaga Capitol Hill pada Februari lalu, jatuh sakit selama satu bulan terakhir.  

Smith telah mengiriim surat kepada Ketua DPR Nancy Pelosi, memberitahukan setidaknya 30 anggota Garda Nasional asal New Jersey menjalani perawatan di rumah sakit dengan beberapa orang di antaranya mengaku muntah di tempat parkir senat ketika itu.

"Pria dan wanita kami yang ditempatkan di sini dari New Jersey dan tempat lain untuk melindungi Capitol, berhak mendapatkan makanan yang benar-benar aman dan menyehatkan," tulis Smith dalam suratnya, seeprti dikutip dari ABC News, Kamis (4/3).


"Sangat tidak dapat diterima bahwa pasukan Garda Nasional yang bertugas di Washington DC dirawat di rumah sakit karena makanan yang mereka sediakan," katanya lagi.

Smith menyarankan agar Pelosi meminta pertanggungjawaban penyedia makanan dan sesegera mungkin menggantinya dengan yang baru.

Laporan Smith muncul setelah pasukan Garda Nasional kembali dipanggil ke Capitol Hill karena adanya ancaman penyerangan yang takan membobol Capitol Hill pada Kamis (4/3).

Seorang pejabat Kepolisian Capitol pada Rabu (3/3) mengungkap pihaknya telah memperoleh informasi intelijen terkait kemungkinan adanya serangan oleh kelompok militan, yang di antaranya adalah kelompok ekstremis pendukung Donald Trump yang juga menyerbu Capitol Hill pada 6 Januari lalu.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) telah membatalkan sesi pertemuan yang dijadwalkan pada Kamis (4/3), sementara Kepolisian Capitol memperketat keamanan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya