Berita

Tiga petugas polisi Myanmar mencari suaka ke India/AP

Dunia

Enggan Patuhi Junta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur Ke India

KAMIS, 04 MARET 2021 | 16:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tiga polisi Myanmar melarikan diri dan menyeberang ke negara bagian Mizoram, India untuk mencari suaka.

Menurut laporan Reuters pada Kamis (4/3), mereka melarikan diri karena enggan menjalankan perintah yang diberikan oleh junta militer.

Polisi pengawas di distrik Serchhip, Mizoram mengatakan ketiga pria itu melintasi perbatasan di dekat kota Vanlaiphai Utara pada Rabu sore (3/2) waktu setempat.


Saat ini pihak berwenang tengah memeriksa kesehatan ketiganya dan menindaklanjuti pengaturan untuk mereka.

"Apa yang mereka katakan adalah mereka mendapat instruksi dari penguasa militer yang tidak dapat mereka patuhi, sehingga mereka melarikan diri," kata Inspektur Stephen Lalrinawma.

"Mereka mengungsi karena aturan militer di Myanmar," kata Lalrinawma.

India dan Myanmar berbagi perbatasan darat sepanjang 1.643 km. India menjadi salah satu rumah bagi ribuan pengungsi Myanmar, termasuk ertnis Chin dan Rohingya.

Sementara itu, saat ini Myanmar tengah dilanda krisis akibat kudeta militer pada 1 Februari. Junta militer menggulingkan pemerintahan sipil yang dipilih dengan menuding pemilu pada November 2020. Junta juga menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan ratusan orang lainnya.

Kudeta yang terjadi memancing amarah publik yang langsung menggelar protes besar-besaran. Aksi protes yang diwarnai kekerasan oleh aparat membuat sedikitnya 38 orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya