Berita

Paus Fransiskus/Nt

Dunia

Kudeta Myanmar, Paus: Semoga Kaum Muda Di Negeri Tercinta Itu Diberikan Harapan Masa Depan

KAMIS, 04 MARET 2021 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Paus Fransiskus bersuara memprotes tindakan keras dan mematikan yang dilakukan militer Myamar terhadap para pengunjuk rasa.

Puluhan orang tewas sejak meletusnya kudeta 1 Februari lalu dan sampai saat ini pihak militer masih bersikeras pada ambisinya dengan menahan banyak pemimpin politik.

“Saya ingin meminta perhatian kepada pihak berwenang untuk mengedepankan dialog dan melihat fakta yang ada," kata Paus dalam konferesi persnya, Rabu (3/3), seperti dkutip dari Vatikan News, Rabu (3/3).


Paus mengingatkan kepada dunia internasional bahwa aspirasi masyarakat Myanmar tidak akan surut oleh kekerasan.

“Semoga kaum muda dari negeri tercinta itu diberikan harapan masa depan, di mana kebencian dan ketidakadilan membuka jalan untuk perjumpaan dan rekonsiliasi,” katanya.

Paus Fransiskus juga meminta junta militer untuk membebaskan tahanan politik dan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan demokrasi.

“Akhirnya, saya mengulangi harapan yang saya ungkapkan sebulan lalu, bahwa jalan menuju demokrasi yang diambil dalam beberapa tahun terakhir oleh Myanmar dapat dilanjutkan melalui isyarat nyata dari pembebasan berbagai pemimpin politik yang dipenjara.

Bersamaan dengan seruan Paus pada Rabu, berita tentang kekerasan militer terdengar lagi. Kelompok HAM mengatakan puluhan orang tewas pada Rabu karena kekerasan yang dilakukan pihak militer.

Setelah hampir sebulan demonstrasi damai menentang kudeta, pasukan keamanan mulai menggunakan amunisi langsung terhadap pengunjuk rasa di seluruh negeri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya