Berita

Tentara Israel membersihkan tumpahan minyak di lepas pantai/Reuters

Dunia

Soal Tumpahan Minyak, Israel Tuding Iran Lakukan Terorisme Lingkungan

KAMIS, 04 MARET 2021 | 10:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel menuding Iran telah melakukan terorisme lingkungan karena dianggap bertanggung jawab atas tumpahan minyak di lepas pantai Mideterania.

Berbicara  dalam konferensi pers pada Rabu (3/3), Menteri Perlindungan Lingkungan Israel Gila Gamliel mengatakan pihak berwenang telah mengidentifikasi sebuah kapal tanker minyak milik Libya yang disebut Emerald.

Kapal itu diduga membawa kargo bajakan dan berlayar dari Iran keluar Teluk Persia, hingga menuju Terusan Suez pada bulan lalu.


Kapal berbendera Panama itu mematikan radionya selama hampir 24 jam ketika mencemari laut pada 1 hingga 2 Februari. Insiden itu digambarkan sebagai salah satu polusi terburuk dalam sejarah Israel.

"Iran (melakukan) terorisme dengan merusak lingkungan, dan (ketika) Iran merusak lingkungan, itu tidak hanya merugikan Israel," ujarnya, seperti dikutip RT.

Gamliel juga memperingatkan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas perjalanan kapal harus membayar "harga".

Lebih lanjut, Gamliel mengungkap memiliki bukti tidak langsung untuk mendukung tudingan tersebut, meskipun kurangnya bukti forensik.

Hingga berita ini dirilis, Iran belum memberikan komentar.

Kementerian Perlindungan Israel menyebut sekitar1.000 ton tar hitam telah tumpah dan menodai 160 km garis pantai Israel, hingga ke Lebanon.

Menyusul insiden tersebut, pemerintah memperingatkan warganya untuk tidak mengunjungi pantai sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya