Berita

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta/Net

Politik

Apresiasi Pencabutan Aturan Investasi Miras, Ketum Gelora Ingin Industri Herbal Dikembangkan

RABU, 03 MARET 2021 | 09:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Apresiasi atas kebijakan Presiden Joko Widodo mencabut lampiran Perpres 10/21 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang di dalamnya terdapat pengaturan investasi perdagangan minuman keras (miras) turut disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.

“Saya ingin mengapresiasi keputusan strategis yang diambil Presiden Jokowi dengan membatalkan investasi miras,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Rabu (3/3).

Anis Matta menilai setiap kebijakan tentu mempunyai dimensi yang kompleks. Sementara penekanan hanya pada satu dimensi dengan mengorbankan dimensi lain akan me,buat kebijakan itu tidak mencerminkan aspirasi masyarakat sebenarnya.


Atas dasar tersebut dirinya mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi mencabut lampiran soal aturan investasi miras.

Sebagai solusi, Anis Matta menyarankan kepada pemerintah untuk serius mengembangkan industri herbal, baik untuk suplemen kesehatan, perawatan tubuh, dan kosmetika.

“Itu adalah anugerah Allah yang luar biasa kepada tanah air kita,” tegas mantan presiden PKS itu.

“Modernisasi dan saintifikasi pengembangan herbal dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dengan cara-cara yang halal,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya