Berita

Jutaan orang di Texas hidup tanpa listrik setelah diterjang badai salju/Net

Dunia

20 Orang Tewas Dan Jutaan Lainnya Di Texas Hidup Tanpa Listrik Usai Diterjang Badai Salju

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 10:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jutaan orang di Amerika harus hidup tanpa listrik dalam cuaca dingin setelah badai melumpuhkan jaringan listrik. Akibatnya sejumlah orang dilaporkan meninggal dunia.

Badai dilaporkan telah membawa salju tebal dan hujan ke wilayah New England dan Deep South pada Selasa (16/2). Peringatan angin dingin juga muncul dari Kanada hingga Meksiko.

Dimuat VOA, setidaknya ada 20 kematian yang dilaporkan, termasuk tiga orang yang tewas dihantam tornado di tepi pantai Carolina dan empat anggota keluarga meninggal dunia dalam kebakaran di Houston saat berusaha menggunakan api perapian agar tetap hangat.


Penyebab kematian lainnya adalah tabrakan mobil dan keracunan karbon monoksida.

Direktur Layanan Darurat Ed Conrow mengatakan Badan Cuaca Nasional sangat terkejut dengan cepatnya badai terjadi. Terlebih badai muncul pada malam hari, ketika banyak orang di rumah sedang tidur yang sangat berbahaya.

Di Chicago, badai membuat salju setinggi satu setengah kaki. Akibatnya sekolah membatalkan kelas tatap muka.

Di Texas, terjadi pemadaman listrik terburuk yang memengaruhi 4 juta rumah dan bisnis. Lebih dari 250 ribu orang kehilangan aliran listrik di beberapa bagian Appalachia, dan seperempat juta lainnya kehilangan listrik di Oregon. Empat juta orang juga dilaporkan kehilangan listrik di Meksiko.

Pejabat Texas meminta 60 generator dari Federal Emergency Management Agency dan berencana memprioritaskan rumah sakit dan panti jompo. Negara bagian membuka 35 tempat penampungan untuk lebih dari 1.000 pengungsi.

Perusahaan listrik dari Minnesota hingga Texas menerapkan pemadaman bergilir untuk meringankan beban jaringan listrik yang berusaha memenuhi permintaan yang ekstrim untuk panas dan listrik.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya