Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net

Nusantara

Total DKI Jakarta Punya 487 Pompa Stationer Dan 175 Pompa Mobile

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 07:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pompa banjir sangat berperan penting dalam pengendalian genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta. Di Jakarta, Dinas Sumber Daya Air DKI memiliki dua jenis pompa yaitu pompa stationer dan pompa mobile.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, untuk pompa stationer berjumlah 487 unit dan tersebar di 178 lokasi. Pompa stationer umumnya berada di dekat sungai, waduk ataupun pintu air.

Sedangkan 175 pompa mobile disiagakan dan tersebar di wilayah rawan banjir/ genangan, sebagai pendukung pompa stasioner.


"Karena bersifat mobile, atau dapat dipindahkan, ketika hujan datang, pompa mobile standby di titik-titik rawan genangan," ujar Anies seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Jakarta, Senin (15/2)

Wilayah DKI Jakarta dialiri 13 sungai dari hulu dan sebagian besar daratan Utara berada di bawah muka air laut (rob).

Selain itu, Jakarta juga mengalami penurunan tanah per tahun (land subsidence) dan perubahan tata guna lahan dengan populasi yang bertambah, pembangunan yang pesat, dan run off yang meningkat, sehingga daerah resapan semakin berkurang dan berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan tiba. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya