Berita

Rakor kontijensi bencana erupsi Gunung Raung di Kodim 0825 Banyuwangi/Ist

Nusantara

Banyuwangi Susun Kontijensi Bencana Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Raung

JUMAT, 05 FEBRUARI 2021 | 05:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mengantisipasi kemungkinan terburuk dampak erupsi Gunung Raung, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyusun sejumlah langkah kontijensi kebencanaan bersama stakeholder terkait.

Gunung Raung mengalami erupsi sejak tanggal 21 Januari 2021. Hingga saat ini aktifitas gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso ini belum menunjukan tanda-tanda akan membaik, bahkan aktifitasnya cenderung meningkat.  

Pemkab Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) kontijensi bencana erupsi Gunung Raung di Kodim 0825 Banyuwangi, Kamis (4/2).


Hadir dalam acara tersebut, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Joko Setiyono dan Sekda Banyuwangi Mujiono.

Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko Prwanto mengatakan, sesuai dengan pantauan Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Raung dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) erupsi Gunung Raung sampai saat ini masih dalam kategori aman.

Sebab, lontaran material pijar dari perut bumi sebarannya masih di dalam kawah.

“Jadi sampai saat ini belum ada material yang keluar dari dinding kawah. Artinya masih kategori aman bagi warga di kaki Gunung Raung,” ujarnya dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Kendati demikian, pihaknya saat ini tengah mewaspadai hujan abu vulkanik yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Banyuwangi.

“Sudah ada beberapa laporan yang kita terima terkait hujan abu. Ini yang harus diwaspadai masyarakat. Untuk itu, kita kembali mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktifitas. Selain agar terhindar dari abu vulkani, ini sekaligus untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono mengatakan, pemerintah daerah bersama Forkopimda mengantisipasi kemungkinan terburuk dari erupsi Raung.

"Kita menyusun rencana kontijensi kemungkinan bencana terburuk,” kata Mujiono.

Kontijensi bencana ini meliputi beberapa hal. Di antaranya, sosialisasi pra kebencanaan di sejumlah wilayah yang rentan terdampak bencana erupsi Gunung Raung. Kemudian, evaluasi jalur evakuasi dan tempat titik kumpul pengungsian.

“Ini perlu kita evaluasi terkait jalur evakuasi. Karena bencana terakhir di Gunung Raung terjadi pada tahun 2015 atau 5 tahun yang lalu. Apakah jalur evakuasinya masih layak atau tidak. Bisa dilalui roda empat," katanya.

"Termasuk juga titik kumpul untuk pengungsian, juga harus kita identifikasi. Ini sangat penting karena berkaitan dengan proses penjemputan saat terjadi bencana,” sambung Mujiono.

Tak hanya itu, kontijensi bencana juga berkaitan dengan dapur umum dan pos kesehatan saat terjadi bencana.

“Misal jika sampai ada pengungsian, maka di situ dapur umum sudah harus siap. Termasuk tenaga kesehatan untuk menjamin kesehatan masyarakat juga harus siap,” terangnya.

Dengan adanya kontijensi kebencanaan yang baik, maka ketika bencana datang masyarakat, pemerintah dan stakeholder terkait sudah mengetahui apa saja yang harus dilakukan.

“Kita berharap Gunung Raung bisa segera membaik dan tidak sampai berdampak kepada warga. Namun, kontijensi ini perlu kita siapkan sejak dini. Tujuannya untuk menyakinkan masyarakat bahwa pemerintah hadir ketika bencana melanda,” pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya