Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: Rakyat Makin Bingung, Pemerintah Bukannya Fokus Corona Malah Ngurusin Demokrat

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 07:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kesedihan Presiden Joko Widodo atas sebaran Covid-19 di Indonesia yang sudah menembus angka 1 juta tidak berbanding lurus dengan apa yang tengah dikerjakan oleh pemerintah.

Presiden Jokowi secara terbuka sempat mengeluhkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak efektif. Namun di satu sisi, Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko malah sibuk mengurusi internal Demokrat.

Hal itu diketahui setelah Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief gamblang menyebut nama Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko.


Penyebutan itu merupakan jawaban dari kisi-kisi yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bahwa kudeta turut digalang non kader partai yang kini menjadi seorang pejabat tinggi pemerintahan.

Kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule, dugaan cawe-cawe Moeldoko dalam internal Demokrat itu tentu akan membingungkan bagi rakyat. Sebab, publik tahunya pemerintah fokus tangani Covid-19, tapi ternyata juga sibuk mengurusi internal partai di luar pemerintahan.

Apalagi seiring dengan sebaran corona yang kian masif, kondisi ekonomi bangsa juga tengah dikeluhkan Presiden Jokowi karena cenderung menurun.

“Rakyat makin dibuat bingung dengan pemerintahan Jokowi, bukannya fokus tangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, kok malah urus Partai Demokrat,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/2).

Iwan Sumule mengingatkan bahwa Demokrat bukan ancaman bagi pemerintah. Jokowi tidak akan goyah dari singgasananya, sekalipun Demokrat berisik dalam kritik. Sehingga pemerintah tidak perlu sibuk “mencaplok” partai besutan AHY tersebut.

“Demokrat bukan ancaman buat pemerintah. Di DPR kan bukan mayoritas,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya