Berita

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga bersama dengan calon ketua IA ITB, Gembong Primadjaja dan tim sukses Gembong, Adamsyah Wahab/Ist

Nusantara

Arya Sinulingga: Calon Ketua IA ITB Harus Bisa Diterima Semua Pihak Dan Bukan Orang Partai

SENIN, 01 FEBRUARI 2021 | 14:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Polarisasi pilpres ternyata turut berimbas pada perpecahan di tubuh alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Ada kelompok yang kemudian menjadi pembela pemerintah, ada juga yang aktif mengkritik pemerintah.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam pesannya kepada wartawan, Senin (1/2). Dia mengurai bahwa sudah lebih dari 6 tahun, alumni ITB terpecah belah karena masuknya unsur politik ke dalam lingkungan alumni.

“Perpecahan ini akhirnya banyak juga sampai ke pertemanan keseharian, yang memilih-milih pertemanan di alumni ITB,” terangnya.


Contoh sederhananya, kata Arya, bisa dilihat dari grup-grup media sosial para alumni. Di mana unggahan-unggahan para alumni banyak dihiasi unsur politik dan menampakkan keterbelahan antara pro dan kontra pemerintah.

“Bahkan kadang lebih parah menyinggung-nyinggung ideologi dan pribadi,” tegasnya.

Alumni teknik sipil angkatan 1989 itu mengaku senang lantaran setahun lalu ada grup yang menampung para alumni ITB yang mulai bosan dengan polarisasi. Mereka membuat FB Group Alumni ITB Garis Lucu (AIGL).

Grup yang berisi unggahan-unggahan lucu ini terbukti berhasil menyatukan alumni ITB.

“Bahkan saking lucunya, pecah belah justru bukan terjadi di anggotanya, tapi adminnya,” ujar Arya sambil tertawa lepas.

“Terlepas dari itu, ide besarnya berhasil membuat alumni ITB bersatu dengan kelucuannya,” sambungnya menyimpulkan.

Atas dasar gambaran tersebut, Arya Sinulingga berharap ketua alumni ITB mendatang bisa mengambil semangat FBG AlGL. Sehingga bisa mempersatukan alumni ITB.

“Semua itu harus dimulai dari calon ketua IA ITB yang bisa diterima oleh semua pihak. Calon ketua IA ITB harus bisa mengakomodir dan menyatukan perbedaan-perbedaan yang terjadi selama ini,” lanjut Arya.

Baginya, penerimaan calon ketua IA ITB oleh semua kalangan menjadi syarat penting. Apalagi hanya dengan kebersatuan IA ITB bisa melaksanakan program yang berguna bagi anggotanya dan menjadi pendorong utama ITB naik kelas menuju 300 besar dunia.

“Alumni ITB perlu mencari sosok calon ketua yang moderat, yang bisa menjaga keseimbangan alumni ITB dan mau tidak mau memang harus independen dari sisi politik artinya tidak tersinyalir memiliki hubungan dengan partai politik atau kelompok politik lainnya,” harapnya.

“Bila syarat dasar ini saja tidak terpenuhi, maka berat bagi ketua alumni ITB menyatukan alumni ITB yang sudah pasti nantinya akan mengganggu program-program IA ITB,” demikian Arya Sinulingga.

Sejalan dengan itu, calon ketua IA ITB nomor urut 3, Gembong Primadjaja memiliki tekad yang sama dengan apa yang dicita-citakan Arya Sinulingga. Gembong mengaku maju sebagai calon ketua IA ITB dengan harapan yang sederhana, yaitu bisa menjadikan IA ITB  wadah yang dapat mempersatukan alumni ITB yang memiliki berbagai pandangan dan latar belakang.

“Persatuan yang ada akan menjadi roh untuk memajukan alumni ITB dan memajukan ITB menuju World Class University,” ujar alumni mesin ITB angkatan 1986 itu.

Mantan Direktur PT Pelindo Energi Logistik yang saat ini menempati posisi sebagai sekjen IA ITB, mendampingi Ketua Umum IA ITB Ridwan Djamaluddin itu juga tidak terafiliasi dengan partai manapun.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya