Berita

TPU Bambu Apus, Jakarta/Net

Nusantara

Menyesuaikan Kondisi, Alasan Ukuran Makam TPU Bambu Apus Dikurangi

SABTU, 30 JANUARI 2021 | 01:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Lahan pemakaman khusus jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta, semakin terbatas seiring dengan melonjaknya kasus kematian akibat virus corona.

Hal ini pun disikapi pengelola TPU Bambu Apus dengan membuat strategi yang bertujuan agar memiliki daya tampung makam yang lebih.

Jika biasanya per petak makam berukuran 2,5 x 1,5 meter persegi, maka kini dipangkas menjadi 1,2 x 2,2 meter persegi per lubang/petak makam.


Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa pemangkasan ukuran makam tersebut menyesuaikan kondisi saat ini.

"Makam Bambu Apus itu kan disesuaikan kebutuhannya," ujar pria yang akrab disapa Ariza itu di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (29/1).

Dengan penghematan ukuran tersebut, maka TPU Bambu Apus dapat menambah jumlah lubang makam.

Dengan begitu membuat luasan sementara di TPU Bambu Apus yang bisa digunakan menjadi 3.000 meter persegi.

Dari jumlah tersebut, terbagi atas 4 blad, dengan rincian 3 blad untuk pemakaman Covid-19, dan 1 blad untuk pemakaman umum.

Disebutkan pula daya tampung keempat blad sekitar 700 petak makam. Maka dengan adanya penghematan ukuran ini, bertambah menjadi 1.500 petak makam.

"Prinsipnya DKI Jakarta siap dengan berbagai kemungkinan termasuk menyiapkan berbagai fasilitas," tandas Riza Patria seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta.

Diketahui, TPU Bambu Apus menjadi pemakaman tambahan untuk penanganan jenazah Covid-19 sejak Kamis (21/1) hingga Kamis (28/1) dan sudah menampung 306 jenazah Covid-19.

Selain itu, petugas penggali makan ditambah hingga sekitar 35 orang untuk penanganannya karena jenazah yang terus bertambah dan penggalian yang memakan banyak waktu.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya