Berita

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas/Net

Politik

Menag Akan Afirmasi Ahmadiyah Dan Syiah, MUI: Hati-hati Dalam Membuat Pernyataan

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 13:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, yang akan mengafirmasi hak beragama aliran Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia, sudah mendapat respons dari Majelis Ulama Indonesia.

Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengingatkan Menag untuk berhati-hati dalam membuat pernyataan yang bersifat sensitif di masyarakat.

"Nanti lihat saja bagaimana sikap MUI tentang Syiah, tentang Ahmadiyah. Jadi ini masalah sangat sensitif," ujar Anwar Abbas kepada wartawan, Jumat (25/12).


Menurut Anwar, setiap kebijakan yang dibuat pemerintah harus berorientasi jauh ke depan. Bukan hanya untuk kepentingan sesaat. Sehingga dituntut kehati-hatian dalam membuat kebijakan.

"Oleh karena itu, saya terus terang, hati-hati. Menteri Agama ini anak muda, darahnya masih panas, begitulah ya bahasanya, darahnya masih tinggi," tutup Anwar Abbas.

Menag Yaqut Cholil Qoumas akan mengafirmasi hak beragama penganut aliran Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia. Ia tak mau kelompok minoritas terusir dari Indonesia karena perbedaan keyakinan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya