Berita

Presiden Joko Widodo dalam acara 'Outlook Perekonomian Indonesia'/Repro

Nusantara

Harap Publik Percaya Program Vaksin Gratis, Jokowi: Sehingga Ekonomi Menjadi Lebih Baik

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 11:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Joko Widodo meminta program vaksin gratis bisa dipercaya masyarakat. Sebab menurutnya, hal tersebut bisa mendorong perbaikan ekonomi Indonesia.

Dalam acara 'Outlook Perekonomian Indonesia' yang diselenggarakan virtual hari ini, Jokowi menyebut vaksinasi adalah satu program penanganan Covid-19 yang berjalan beriringan dengan kondisi ekonomi yang mulai membaik.

"Adanya program vaksinasi (gratis) kita harapkan kepercayaan publik tentang penanganan Covid-19 akan muncul dan menimbulkan rasa aman di masyarakat," ujar Jokowi dalam siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12).


"Sehingga diharapakan pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan lebih cepat, konsumsi akan naik dan kembali normal," sambungnya.

Selain lewat vaksinasi Covid-19, target pemulihan ekonomi dipastikan Jokowi juga ikut dijungkit dengan adanya regulasi baru, yaitu Undang-undang (UU) 11/2020 tentang Cipta Kerja dan program kerjasama ekonomi dengan negara tetangga.

"Investasi juga diperkirakan akan meningkat dengan adanya undang-undang cipta kerja. Di akhir tahun ekspor kita sudah mulai kelihatan pulih dan tentunya tren diharapkan terus terjaga dan meningkat di tahun 2021," ungkap mantan Wali Kota Solo ini.

"Terlebih lagi, kita juga mendapatkan fasilitas GSP (Generalize System of Preferences/pembebasan tarif bea masuk) dari Amerika. Tentunya ini akan  mendorong kinerja ekspor kita," tambah Jokowi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya