Berita

Tes Covid-19/Net

Nusantara

Antrean Tes Antigen Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19, Alvin Lie: Ironis

SENIN, 21 DESEMBER 2020 | 09:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perubahan rapid test antibodi menjadi antigen sebagai persyaratan perjalanan, termasuk transportasi udara, memicu berbagai persoalan baru.

Salah satunya antrean pelayanan rapid test antigen yang membludak di bandara. Di mana mereka yang membutuhkan pelayanan tersebut bukan hanya penumpang pesawat, tapi juga transportsi darat.

Anggota Ombudsman Alvin Lie menyebut, kebijakan pemerintah yang tiba-tiba mengubah persyaratan tes Covid-19 guna menghentikan penyebaran virus justru berdampak sebaliknya.


"Berlimpahnya antrean pengguna pelayanan tes antigen seperti ini justru meningkatkan risiko penularan Covid-19," ucap Alvin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/12).

"Ironis," tekannya.

Alvin mengatakan, sebanyak apa pun petugas dikerahkan untuk mengatur tetapi pengguna membludak, maka pelayanan akan sulit tertangani.

"Ketika kebutuhan mendesak, etika dan peraturan diabaikan," ucap dia.

Membludaknya antrean pelayanan rapid test antigen sendiri, menurut Alvin, juga disebabkan oleh minimnya informasi untuk publik terkait tempat-tempat yang menyediakan layanan tersebut.

Selain itu, Alvin juga menyoroti masa berlaku hasil tes yang dilakukan oleh penumpang.

"Contoh, saya sudah lakukan tes antigen pada hari Minggu, 20 Des untuk penerbangan 22 Desember ke Gorontalo. Malam ini saya akan tes lagi untuk penerbangan 24 Desember dari Gorontalo balik ke Jakarta," terangnya.

"Hal seperti ini yang membuat pengguna pelayanan tumpah ruah ke Soekarno Hatta," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya