Berita

Kim Jong Il menerapkan kebijakan Songun untuk mengatasi tekanan dan ancaman dari negara-negara imprealis/Net

Dunia

Tahun Baru Tanpa Pidato Kim Jong Il

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 23:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Momen tahun baru biasanya disambut dengan suka cita serta harapan baru.

Semangat itu pula lah yang dibawa oleh mantan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il saat menjalani pergantian tahun pertama di mana dia duduk di kursi nomor satu Korea Utara tahun 1995, menggantikan sang ayah, Kim Il Sung yang wafat pada tahun 1994.

Meski begitu, ada yang berbeda saat dia menjalani pergantian tahun pertamanya itu. Dia merayakan tahun baru tanpa memberikan pidato tahun baru yang umum disampaikan oleh pemimpin Korea Utara.


Pada saat itu, Kim Jong Il lebih memilih untuk memeriksa unit Tentara Rakyat Korea di awal tahun baru.

Bukan tanpa alasan, apa yang dilakukan Kim Jong Il pada saat itu justru membawa pesan kuat bagi dunia, terutama negara-negara Barat.

Pasalnya, pada saat itu, Korea Utara tengah menhadapi cobaan yang berat. Negara-negara imprealis mengambil keuntungan dari runtuhnya sosialisme di negara-negara Eropa Timur dan mengarahkan ujung tombak serangan anti-sosialisnya ke Korea Utara. Mereka menerakan blokade ekonomi terhadap Korea Utara serta mengerahkan pasukan militer ke sekitar kawasan semenanjung Korea untuk melakukan latihan, yang dipandang oleh Korea Utara sebagai provokasi dan ancaman.

Lebih buruk lagi, pada waktu bersamaan, Korea Utara juga ditimpa bencana alam secara berturut-turut.

Di tengah situasi pelik tersebut, Kim Jong Il memilih jalan "Songun". Untuk diketahui bahwa Songun adalah kebijakan Korea Utara untuk mengutamakan militer dengan memberikan prioritas bagi Tentara Rakyat Korea untuk urusan negara dan alokasi sumber daya.

Karena itulah, Kim Jong Ill tidak menyambut pergantian tahun pada saat itu dengan pesta pora atau pidato publik, melainkan dengan mengunjungi dan menginspeksi fasilitas militer negaranya. Tanpa kata terucap, pesan kuatnya untuk dunia, terutama negara-negara yang menekannya, bahwa Korea Utara mendorong militer yang kuat, tampak jelas di depan mata.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya