Berita

Jurnalis Afganistan, Malalai Maiwand/Net

Dunia

Jurnalis Afganistan Tewas Ditembak Pria Bersenjata, Taliban Tolak Terlibat

KAMIS, 10 DESEMBER 2020 | 16:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Angka kekerasan terhadap jurnalis di Afganistan terus meningkat. Kali ini seorang jurnalis perempuan bernama Malalai Maiwand menjadi korban serangan pria-pria bersenjata.

Maiwand yang juga merupakan aktivis hak-hak perempuan di Afganistan bekerja sebagai reporter di Radio dan TV Enikas di Nangarhar.

Ia dan sopirnya tewas dalam serangan di Jalalabad, Provinsi Nangarhar pada Kamis (10/12).


"Dia sedang dalam perjalanan ke kantor ketika insiden itu terjadi," kata jurubicara gubernur provinsi Attaullah Khogyani, seperti dimuat The Guardian.

Kematian Maiwand menjadi keprihatinan tersendiri, karena total jurnalis dan pekerja media yang tewas di Afganistan bertambah menjadi 10 orang untuk tahun ini.

Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian mengatakan, dalam satu setengah dekade terakhir sebagian besar jurnalis yang terbunuh adalah korban Taliban.

Tetapi jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid telah membantah keterlibatan mereka dalam insiden yang merenggut nyawa Maiwand.

"Dengan terbunuhnya Malalai, lapangan kerja bagi jurnalis perempuan menjadi lebih kecil dan jurnalis mungkin tidak berani melanjutkan pekerjaan mereka seperti yang mereka lakukan sebelumnya," kata Nai, sebuah organisasi pendukung media di Afghanistan.

Media tempat Maiwand bekerja, Enikas, telah menjadi target sasaran. Pemiliknya, Engineer Zalmay pernah diculik untuk mendapatkan uang tebusan pada tahun 2018.

Maiwand juga bukan keluarga pertama yang menjadi sasaran. Lima tahun lalu, ibunya yang juga seorang aktivis, dibunuh oleh orang bersenjata tak dikenal.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya