Berita

Tes Covid-19 secara massal di Chengdu, China/Net

Dunia

Klaster Covid-19 Baru Di Chengdu, China Tes Massal 255 Ribu Orang

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 16:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas kesehatan di Chengdu, China telah menguji 255.200 penduduk pada Selasa (8/12), setelah muncul klaster baru yang diduga terkait dengan makanan beku impor.

Komisi kesehatan kota menyebut, saat ini sudah ada enam kasus Covid-19 dan satu pasien tanpa gejala yang dilaporkan.

Kasus terbaru muncul pada Senin (7/12), di mana sepasang lansia didiagnosis terinfeksi Covid-19. Hasil pelacakan menunjukkan, virus corona ditemukan pada makanan yang mereka simpan di lemari es.


Dilaporkan CNA, pihak berwenang juga telah menutup sekolah dan taman kanak-kanak di distrik Pidu. Siswa dan guru juga telah dikarantina dan dites.

Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, tidak ada bukti yang menunjukkan manusia dapat tertular virus corona dari makanan.

Meski begitu, pada Nobvember, seorang pejabat kesehatan Tianjin menyebut sumber klaster Covid-19 di sana berasal dari produk makanan beku impor, seperti kepala babi di Amerika Utara.

Selain itu, strain virus yang ditemukan pada pasien juga serupa dengan yang ada di Eropa dan Amerika Serikat.

Virus corona baru atau SARS-CoV-2 sendiri diidentifikasi pertama kali pada akhir tahu lalu di China.

Saat ini pemerintah dan media China terus menggalakkan kampanye kemungkinan virus corona bersumber dari makanan beku yang diimpor dari luar negeri.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya