Berita

Antrean panjang orang yang menunggu pembagian makanan dari badan amal Filipina di tengah pandemi/Net

Dunia

Jumlah Orang Yang Kelaparan Di Filipina Mencapai Rekor Tertinggi Selama Pandemi

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 15:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Filipina berjuang dari ancaman kelaparan di tengah pandemi yang semakin merajalela di negara itu. Pembatasan Covid-19 yang diberlakukan pemerintah telah melumpuhkan ekonomi dan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Badan amal berjuang untuk memenuhi permintaan makanan yang terus meningkat karena jutaan keluarga kelaparan di seluruh negeri.

Lembaga Survei Social Weather Stations mencatat jumlah orang yang kelaparan telah mencapai rekor tertinggi selama pandemi. Hampir sepertiga keluarga - atau 7,6 juta rumah tangga - tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan setidaknya sekali dalam tiga bulan sebelumnya, seperti yang tertera dalam hasil survey pada bulan September.


Di antara mereka ada 2,2 juta keluarga yang mengalami 'kelaparan parah'. Jumlahnya telah meningkat sejak Mei, dua bulan setelah negara itu mengalami lockdown total.

Direktur Eksekutif Rise Against Hunger, yang bekerja dengan lebih dari 40 mitra untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Filipina yang membutuhkan, mengatakan bahwa dia belum pernah melihat melihat angka kelaparan seperti yang sekarang terjadi di negeri itu.

"Jika Anda pergi ke sana, semua orang akan memberi tahu Anda bahwa mereka lebih takut mati karena kelaparan daripada mati karena Covid. Mereka tidak peduli lagi tentang Covid," ujar Jomar Fleras, seperti dikutip dari AFP.
 
Beberapa bulan terakhir, pembatasan Covid-19 telah dilonggarkanagar orang-orang bisa kembali mencari nafkah dan roda perekonomian berputar lagi.

Di tengah ketakutan serangan virus corona, kaum miskin memandang bahwa pandemi hanyalah tantangan lain dalam hidup mereka, bukan hal yang serius.

Auminto, 41 tahun, misalnya. Dia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan tidak ada yang bisa menghentikannya, bahkan virus corona.

“Kami kehilangan sumber penghasilan," katanya, mengeluhkan penguncian yang telah mematikan usahanya sebagai pekerja bangunan.

Sepajang pandemi, ia dan keluarganya harus bergabung dengan antrian panjang yang sebagian besar adalah tunawisma untuk menerima makanan gratis dari dapur umum yang disiapkan pemerintah.

Lima hari dalam seminggu para sukarelawan yang dikelola oleh rumah ibadah Ordo Katolik Roma, Serikat Sabda Tuhan, menyiapkan sekitar seribu makanan dengan lauk ayam, sayuran, dan nasi yang dikemas ke dalam kotak dan diberikan kepada mereka yang lapar.

Jumlah itu terus meningkat, kata Pastor Flavie Villanueva, yang menjalankan program tersebut.

"Mayoritas mereka adalah tunawisma, tetapi saat ini ada sejumlah besar yang memiliki rumah tetapi sedang kesusahan karena tidak ada pekerjaan," katanya.

Kelaparan sudah menjadi masalah utama di Filipina sebelum pandemi melanda. Dalam laporan  Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, tercatat bahwa sekitar 59 juta orang "sedang atau sangat rawan pangan" antara 2017 dan 2019, yang tertinggi di Asia Tenggara.

Dampak virus pada kelaparan telah diperburuk oleh serangkaian topan yang melanda negara itu dalam beberapa bulan terakhir, menghancurkan puluhan ribu rumah.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya