Berita

Pengecekan suhu tubuh di India/Net

Dunia

India Akan Vaksinasi 300 Juta Orang Untuk Gelombang Pertama

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 12:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Banyak negara yang sudah mempersiapkan dan memulai vaksinasi gelombang pertama mereka, termasuk India.

Sekretaris Kesehatan India, Rajesh Bhushan pada Selasa (8/12) mengatakan, pemerintah berencana untuk melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 300 juta orang pada tahap pertama.

Vaksinasi sendiri akan dilakukan dari vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca, Pfizer, dan buatan lokal Bharat Biotech.


"Beberapa dari mereka mungkin mendapatkan lisensi dalam beberapa pekan ke depan," kata Bhushan, seperti dikutip CNA.

Dari 300 juta orang yang akan divaksinasi pada tahap awal, sebanyak 10 juta di antaranya merupakan pekerja medis, 20 juta pekerja garda depan seperti polisi dan militer, sementara 270 juta lainnya adalah orang yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki penyakit komorbid.

Kementerian Kesehatan menyebut, vaksinasi gelombang pertama ditargetkan rampung pada Agustus 2021.

Sebagai negara dengan populasi 1,4 miliar, India sudah terbiasa melakukan vaksinasi skala besar.

Bhushan mengatakan, setiap tahunnya India mengimunisasi 26 juta bayi dan 30 juta wanita hamil dengan 300 juta dosis vaksin.

Tetapi pakar penyakit menular di Christian Medical College di Vellore, Dr. Gagandeep Kang mengaku akan ada tantangan bagi India untuk melakukan vaksinasi.

"Kekhawatiran saya adalah kami belum pernah melihat imunisasi orang dewasa sebelumnya," ujar Kang.

Menurutnya, vaksinasi orang dewasa berbeda dengan anak karena mungkin menghadapi lebih banyak resistensi terhadap suntikan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya