Berita

Adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong/Net

Dunia

Korut Bebas Corona Diragukan Menlu Korsel, Kim Yo Jong Marah

RABU, 09 DESEMBER 2020 | 08:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pernyataan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha yang meragukan tindakan pencegahan Covid-19 di Korea Utara membuat geram adik pemimpin Kim Jong Un, Kim Yo Jong.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh KCNA pada Rabu (9/12) menunjukkan, Kim mengecam pernyataan Kang. Ia juga memperingatkan Kang bahwa pernyataan tersebut dapat memperburuk hubungan dengan Pyongyang yang sudah membeku.

"Hal itu dapat dilihat dari pernyataan sembrono yang dibuat olehnya tanpa mempertimbangkan konsekuensi bahwa dia terlalu bersemangat untuk lebih mendinginkan hubungan yang sudah membeku antara utara dan selatan," ujar Kim.


"Kami tidak akan pernah melupakan kata-katanya dan dia mungkin harus membayar mahal untuk itu," tambah dia.

Dalam sebuah forum di Bahrain pada pekan lalu, Kang mengatakan Pyongyang tidak menanggapi ajakan Seoul untuk bekerja sama melawan virus lintas batas.

Dimuat Yonhap, Kang juga mengungkap keraguannya terhadap klaim Korea Utara yang tidak memiliki kasus Covid-19.

Sejak awal pandemi, Korea Utara telah meningkatkan kewaspadaan dan memperketat perbatasannya untuk menghentikan masuknya virus corona.

Korea Utara bahkan menolak bantuan dari luar karena dapat berpotensi meningkatkan risiko terkena wabah.

Seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di luar negeri, Korea Utara juga terus menambah tindakan pencegahan pandemi dengan menangguhkan operasional fasilitas umum, seperti restoran dan pemandian umum, serta membatasi pergerakan orang di ibukota.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya