Berita

Venezuela siap menggelar pemilu legislatif akhir pekan ini/Net

Dunia

Ini Tujuh Hal Penting Yang Perlu Dipahami Soal Pemilu Legislatif Venezuela

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 23:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pandemi Covid-19 bukan penghalang bagi bergeraknya roda demokrasi di Venezuela. Negara kaya minyak di kawasan Amerika Latin tersebut siap menggelar pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen nasional yang baru akhir pekan ini (Minggu, 6/12).

Pelaksanaan pemilu di Venezuela kali ini memiliki makna simbolis dan mendalam, serta dilaksanakan di tengah situasi yang sulit, terlebih dengan blokade Amerika Serikat yang belum juga dicabut dan juga pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

Untuk memahami lebih dalam mengenai pemilu di Venezuela, berikut lima hal yang perlu diketahui:


1. Kedaulatan Di Tangan Rakyat

Pemilu akhir pekan ini dilaksanakan untuk memilih anggota Majelis Nasional periode 2021-2026. Ini merupakan proses pemilu ke-25 dalam 20 tahun Revolusi Bolivarian.

Revolusi tersebut merupakan tonggak sejarah dalam demokrasi di Venezuela, di mana rakyat diberikan "kekuatan" untuk memilih anggota parlemen melalui pemungutan suara.

Sehingga pemilu 6 Desember mendatang menjadi simbol kuat yang menegaskan panggilan demokratis rakyat Venezuela dan keyakinan mendalam mereka bahwa perbedaan yang ada dapat diatasi dan diselesaikan melalui cara-cara damai dan secara politik, dalam kerangka Konstitusi Venezuela.

2. Pemilu Di Tengah Blokade AS

Pemilu di Venezuela akhir pekan ini akan dilaksanakan di tengah situasi yang kurang bersahabat bagi negara tersebut. Pasalnya, blokade Amerika Serikat masih mengepung Venezuela. Selain itu, negeri Paman Sam juga masih membawa ancaman untuk melakukan intervensi dalam pelaksanaan pemilu di Venezuela.

Hal semacam itu sebenarnya bukan baru kali ini terjadi. Sejak rakyat Venezuela memilih Hugo Chavez sebagai presiden pada 6 Desember 1998, Amerika Serikat secara lugas menetapkan "doktrin strategis" yang mendominasi hubungan kedua negara sejak saat itu, yakni doktrin "perubahan rezim".

Bagi Venezuela, hal ini dianggap sebagai niatan Amerika Serikat yang tidak akan mengizinkan konsolidasi proyek politik di Venezuela yang diatur oleh prinsip-prinsip kemerdekaan, penentuan nasib sendiri, kedaulatan, dan kesetaraan antar negara.

3. Ketetapan Pemilu Berada Di Tangan KPU Venezuela

Sistem pemilu di Venezuela tidak bergantung pada pengakuan internasional, melainkan pada hasil yang ditetapkan oleh lembaga yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Venezuela.

4. Jumlah Kursi Parlemen Diperluas

Pada pemilu tahun ini, ada setidaknya dua inovasi yang dilakukan dengan tujuan untuk memungkinkan proporsionalitas dan keragaman yang lebih besar dalam Majelis Nasional yang baru.

Di satu sisi, porsi anggota parlemen yang akan dipilih diperluas dari 165 menjadi 277 kursi. Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas pertumbuhan penduduk di Venezuela.

Di sisi lain, jumlah anggota yang akan dipilih dengan metode proporsional meningkat dari semula 30 persen menjadi 52 persen. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kehadiran lebih banyak wakil dari partai minoritas di parlemen.

Dalam pemilu kali ini, lebih dari 90 persen organisasi politik yang terdaftar di Dewan Pemilihan Nasional mendaftar untuk berpartisipasi, dengan total 107 partai politik, 98 di antaranya oposisi. Selain itu, ada lebih dari 14 ribu calon anggota legislatif yang bersaing untuk meraih salah satu dari 277 kursi anggota parlemen.

5. Pengawasan Ketat Pemilu

Pemilu kali ini akan diawasi oleh 16 audit, yang dilakukan sebelum, selama dan setelah pemungutan suara. Hal iini dilakukan untuk memvalidasi setiap proses utama dari sistem pemilihan, yang memungkinkan untuk memastikan kualitas dan transparansi pemilu yang adil.

KPU Venezuela akan berpartisipasi langsung dalam audit ini, bersama dengan perwakilan dari semua partai politik, pakar nasional dan internasional, serta warga sendiri dalam proses audit yang dilakukan pada hari pemilihan.

Bukan hanya itu, sesuai dengan kebiasaan dan demi menjaga transparansi, KPU Venezuela telah mengundang ratusan ahli pemilu, otoritas dari badan mitra mereka dari negara lain, akademisi, wartawan dan politisi dari berbagai latar belakang untuk mendampingi dan menjadi peserta dalam pemilu pada tanggal 6 Desember.

Pemerintah Venezuela juga mengundang sejumlah organisasi internasional, termasuk PBB, Uni Eropa dan Uni Afrika untuk mengirimkan perwakilan untuk berpartisipasi sebagai pengamat.

6. Pembaruan Mesin Pemungutan Suara

Di samping memperbaiki sistem, KPU Venezuela juga melakukan modernisasi infrastruktur pemilu. Untuk menjamin transparansi, keandalan, dan efisiensi dalam proses pemilihan, KPU Venezuela memperbarui teknologinya dengan menghadirkan mesin pemungutan suara baru untuk digunakan dalam pemilihan pada 6 Desember.

Ini adalah mesin yang dirancang di Venezuela oleh teknisi dalam negeri. Teknologi terbaru ini dibuat menjadi lebih sederhana dan mempermudah pemilih untuk menggunakan hak suaranya.

7. Protokol Kesehatan Ketat

Meski roda demokrasi dijalankan melalui pelaksanaan pemilu, namun Venezuela saat ini juga diketahui masih berjuang melawan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, demi menekan potensi penularan virus corona, pelaksanaan pemilu di Venezuela akhir pekan ini akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya