Berita

Hikmahanto Juwana dalam Focus Group Discussion/RMOL

Dunia

Pakar Hukum Internasional: Jangan Harap Perubahan Signifikan Hubungan AS-Indonesia Di Era Biden

RABU, 02 DESEMBER 2020 | 16:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kemenangan Joe Biden dalam pemilu presiden di Amerika Serikat bulan lalu membawa euforia tersendiri bagi banyak pihak di negeri Paman Sam dan juga di dunia.

Bagi sebagian pihak, kemenangan Biden menjadi semacam harapan untuk perubahan arah kebijakan Amerika Serikat yang semula dikomandoi oleh Donald Trump.

Harapan yang sama barangkali juga muncul di Indonesia, agar ke depan, hubungan kedua negara mengalami perubahan signifikan ke arah yang lebih baik.


Namun, pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana memperingatkan agar Indonesia tidak menaruh harapan yang terlampau tinggi pada kepemimpinan Biden kelak.

"Yang perlu kita pahami ketika melihat pemerintahan di Amerika Serikat adalah, pengelola pemerintah sebenarnya ada dua elemen penting. Yang pertama adalah politisi dan kedua adalah birokrasi," papar Hikmahanto dalam Focus Group Discussion bertajuk "Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Kepentingan Ekonomi NKRI Di Era Joe Biden" yang diselenggarakan oleh MPR RI dan Brain Society Center pada Rabu (2/11).

"Di Amerika Serikat, politisi come and go every four years, atau paling lama delapan tahun. Tentu sebagai politisi mereka akan membawa orang-orang mereka, dan itu sangat bisa dipahami," jelasnya.

Namun di sisi lain, jangan lupa bahwa ada juga elemen birokrasi di pemerintahan Amerika Serikat.

"Para birokrat ini mulai dari awal berkarir dan meneirma tongkat estafet kepemimpinan dari seniornya. Mereka ini tidak keluar masuk seperti politisi dan mereka tetap ada menjalankan roda pemerintahan," jelasnya.

Dengan demikian, sambung Hikmahanto, perlu dipahami bahwa meski terjadi pergantian kepemimpinan, arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat memang akan mungkin berubah, namun tidak signifikan.

"Sebagai contoh, ketika Barack Obama maju sebagai calon presiden, dia berjanji untuk menutup Guantanamo Bay. Tapi sampai sekarang, Guantanamo Bay belum juga ditutup. Kenapa bisa demikian? Karena mereka (politisi) harus berjuang di birokrasi," kata Hikmahanto yang juga merupakan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani itu.

Lain cerita ketika Donald Trump memimpin. Hikmahanto menuturkan bahwa Trump merupakan sosok yang frontal melawan birokrasi, bukan melalui menterinya, tapi seringkali melalui Twitter. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu, dia bisa memecat para menteri dan birokratnya melalui Twitter.

"Memahami kebijakan di Amerika Serikat, kita juga perlu memahami bagaimana birokrasi bekerja. Oleh karena itu, saya anggap bahwa dalam konteks perubahan kepemimpian di Amerika Serikat, maka kita tidak akan melihat sesuatu yang beurbah signifikan, terutama bagi Indonesia," tekan Hikmahanto.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya