Berita

Kolase Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ova Emilia dan mantan Presiden Joko Widodo. (Foto: RMOL)

Politik

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

RABU, 28 JANUARI 2026 | 22:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Informasi resmi yang disampaikan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait kelulusan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membingungkan.

Penelusuran redaksi dari kanal YouTube resmi UGM, ada dua informasi berbeda yang disampaikan Rektor UGM, Prof Ova Emilia.

Pertama dalam video berjudul "Pernyataan Rektor UGM terkait Ijazah Joko Widodo" yang tayang sejak 22 Agustus 2025, Prof Ova menyebut Jokowi lulus pada tanggal 5 November 1985.


"Joko Widodo dinyatakan lulus UGM pada tanggal 5 November 1985 dan UGM telah memberikan ijazah yang sesuai dengan ketentuan kepada yang bersangkutan saat diwisuda pada tanggal 19 November 1985," demikian pernyataan Prof Ova dikutip redaksi, Rabu, 28 Januari 2026.

Masih dalam video yang sama, Prof Ova mengklaim UGM memiliki dokumen otentik terkait keseluruhan proses pendidikan Jokowi. Dokumen tersebut meliputi tahap penerimaan, proses kuliah selama menempuh sarjana muda, pendidikan sarjana, kuliah kerja nyata (KKN), hingga proses wisuda. 

Namun demikian, informasi berbeda disampaikan Prof Ova dalam video yang dipublikasi YouTube UGM pada tanggal 28 November 2025, atau sekitar tiga bulan setelah video pertama dipublikasi.

Dalam video berjudul "Penegasan Rektor UGM tentang Ijazah Joko Widodo", Prof Ova menyebut tanggal dan bulan yang berbeda terkait kelulusan Jokowi dari UGM. Dari video awal yang disebut lulus 5 November 1985, berubah menjadi tanggal 23 Oktober 1985.

"Joko Widodo lulus program sarjana pada tanggal 23 Oktober 1985 dengan Indeks Prestasi di atas 2,5 yang memang merupakan indeks prestasi minimal. Joko Widodo telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan," jelas Prof Ova.

Di akhir video, Prof Ova menyebut informasi kelulusan Jokowi merupakan bentuk tanggung jawab UGM tanpa ada unsur pembelaan untuk Jokowi. 

"Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran sebagai tanggung jawab UGM dan tidak untuk membela satu pihak pun secara tidak proporsional," tutup Prof Ova.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Zulhas Prediksi 15 Tahun Lagi Terjadi Perang Pangan

Jumat, 06 Maret 2026 | 22:17

Outlook Utang Dipangkas, Menkeu Purbaya Ngaku Salah

Jumat, 06 Maret 2026 | 22:08

Ketum Golkar Tak Mau Dengar Kabar Tersangka Fadia Arafiq

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:53

Indonesia Lebih Baik Ikut Menentukan Perdamaian, Zulhas: Ketimbang Nggak Bisa Apa-apa

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:42

Resmi! Anak di Bawah Umur 16 Tahun Dilarang Main Medsos dan Roblox

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:37

Soal Nasib Selat Hormuz, Iran: Silakan Tanya Amerika Serikat

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:26

Purbaya Heran Fitch Pangkas Outlook Utang RI Saat Negara Lain Defisit Lebih Tinggi

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:05

Menko Airlangga Putar Otak Antisipasi Konflik Timteng

Jumat, 06 Maret 2026 | 21:05

Bahlil: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kursi Bertambah

Jumat, 06 Maret 2026 | 20:37

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

Jumat, 06 Maret 2026 | 20:17

Selengkapnya