Berita

Rencana pembukaan kembali sekolah mendapat sorotan khusus IDAI/Net

Dunia

Soal Rencana Pembelajaran Tatap Muka, IDAI Tekankan Pentingnya Utamakan Kesehatan Anak

SELASA, 01 DESEMBER 2020 | 23:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rencana transisi pembelajaran tatap muka mulai bulan Januari 2021 mendatang mengundang reaksi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dalam pernyataannya yang dirilis awal pekan ini, IDAI menekankan bahwa upaya bersama untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia perlu terus diperjuangkan, baik melalui pembelajaran tatap muka maupun belajar di rumah.

"Seluruh pemangku kepentingan, baik orangtua, masyarakat, maupun pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak anak sesuai dengan Konvensi Hak Anak Tahun 1990, yaitu hak  untuk hidup, hak untuk bertumbuh dan berkembang baik, serta hak untuk mendapatkan perlindungan," begitu bunyi keterangan yang dirilis IDAI.

"Pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar anak seperti nutrisi lengkap seimbang, imunisasi lengkap sesuai usia, kasih sayang, stimulasi perkembangan, keseimbangan aktivitas fisik dan tidur, serta perlindungan dari berbagai risiko gangguan keselamatan dan tumbuh kembang dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga. Orangtua dan anggota keluarga dewasa di rumah diharapkan dapat memeriksa apakah kebutuhan anak telah terpenuhi dan mencari bantuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ke fasilitas layanan terdekat," tambahnya.


Dalam keterangan yang sama IDAI juga menekankan pentingnya pendidikan disiplin hidup bersih dan sehat serta penerapan protokol kesehatan dimulai dari rumah sebagai lingkungan terdekat anak, terlepas dari apakah anak menghadiri kegiatan belajar tatap muka atau tidak.

"Orangtua dan anggota keluarga dewasa diharapkan mulai memperkenalkan 3M, yakni kebiasaan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak sejak dini," sambung keterangan tersebut.

Sementara itu, terkait dengan rencana pembukaan kembali sekolah, IDAI menimbang dan memperhatikan panduan dari World Health Organization (WHO), publikasi ilmiah,  publikasi di media massa, dan data Covid-19 di Indonesia, maka saat ini IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh (PJJ) lebih aman.

"Pada kelompok anak yang tinggal sekolah berasrama, peran keluarga sebagai komunitas terdekat anak terbagi antara keluarga di rumah dengan lingkungan di rumah dengan lingkungan sekolah dan asrama, sehingga penting bagi pihak penyelanggara sekolah untuk melaksanakan pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang, bimbingan dan pendidikan perilaku sesuai yang telah diuraikan sebelumnya. Sebaiknya dilakukan pengaturan keluar masuk lingkungan sekolah dengan tujuan meminimalkan risiko penyebaran  penyakit," sambung pernyataan itu.

IDAI juga menggarisbawahi, keputusan membuka sekolah untuk memulai kegiatan tatap muka dapat berbeda-beda, dari satu daerah dengan daerah lainnya di Indonesia karena berbagai faktor. Namun demikian, baiknya keputusan untuk membuka dan menutup kembali sekolah dalam waktu singkat dihindari, karena berdampak pada rutinitas keseharian anak dan keluarga. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setempat, juga melibatkan berbagai pihak yang terkait dalam upaya kesehatan dan kesejahteraan anak.

"Kebijakan pembukaan sekolah di masing-masing daerah harus meminta pertimbangan dinas kesehatan dan organisasi profesi kesehatan setempat dengan memperhatikan apakah  angka kejadian dan angka kematian Covid-19 di daerah tersebut masih meningkat atau tidak," tekan IDAI.

Bukan hanya itu, pihak sekolah hendaknya pertama-tama memenuhi standar protokol kesehatan dengan memastikan dukungan fasilitas yang memadai sesuai anjuran atau petunjuk teknis yang berlaku sebelum merencanakan mulainya pembelajaran tatap muka dan dipastikan dapat terpenuhi selama kegiatan berlangsung.

IDAI juga mengingatkan soal perlu adanya mekanisme pemantauan pemenuhan standar protokol kesehatan. Pihak sekolah perlu memiliki standar prosedur operasional apabila terdapat murid guru dan atau staf yang sakit dan konfirmasi Covid-19.

"Bagi orangtua yang mempertimbangkan persetujuan kegiatan pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi ini disampaikan pertimbangan sebagai berikut; sebaiknya tetap mendukung kegiatan belajar dari rumah, baik sebagian maupun sepenuhnya; pertimbangkan apakah partisipasi anak dalam kegiatan tatap muka lebih bermanfaat atau justru   meningkatkan risiko  penularan," sambung pernyataan IDAI.

Orangtua perlu menekankan apakah anak sudah mampu melaksanakan kebiasaan cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak dengan memadai? Apakah anak masih sangat memerlukan pendampingan orangtua saat sekolah? Bila masih, maka sebaiknya anak masih di rumah dulu saja. Apakah anak memiliki kondisi kormobid yang dapat meningkatkan risiko sakit parah apabila tertular Covid-19? Bila ada, sebaiknya anak belajar dari rumah.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya