Berita

Presiden Xi Jinping dan PM Scott Morisson/Net

Dunia

Dihantam Pajak Impor Baru Oleh China, Dunia Menanti Reaksi Australia

SENIN, 30 NOVEMBER 2020 | 11:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Situasi perang dagang Australia dan China memenuhi headline media-media besar kedua negara. Mengesankan bahwa serangan China terhadap ekspor Australia sebagai krisis besar yang mendatangkan malapetaka bagi perusahaan dan lapangan kerja di Australia.

Namun, sebenarnya tidak begitu. Outlet media secara teratur menjalankan opini-opini yang mendesak Australia menyerah pada penindasan China atas nama 'memulihkan hubungan perdagangan' yang baik.

Ada kekhawatiran besar ketika saham di Treasury Wine Estates turun 11,25 persen pada Jumat (27/11) sebelum perdagangan dihentikan, sebagai tanggapan atas tarif hukuman China atas anggur Australia dengan kedok anti-dumping.


Namun, saham Treasury sendiri telah turun pada akhir Januari. Turun dari 17,30 dolar AS pada 24 Januari menjadi 12,35 dolar pada 29 Januari. Hal ini tidak disebabkan oleh 'tarif China' tetapi oleh peringatan pendapatan karena penjualan kotor yang lemah di AS.

Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) pada Jumat mengumumkan bea anti-dumping 107-212 persen untuk ekspor anggur Australia.

Pembuat anggur Australia menunggu dengan gelisah selama berminggu-minggu setelah laporan pada awal November menyatakan larangan tidak resmi telah diberlakukan pada anggur dan enam produk Australia lainnya. Dan pada Jumat pekan lalu itu, mereka terguncang. Bea Ekspor begitu tinggi.

Tarif ini adalah yang terbaru dari serangkaian hambatan perdagangan dan gangguan yang diberlakukan oleh pemerintah China tahun ini pada industri termasuk jelai, lobster, batu bara, dan kapas.

Para menteri Australia mengkritik langkah-langkah perdagangan Beijing sebagai 'tekanan ekonomi', tetapi otoritas China secara konsisten mengandalkan dasar hukum dan peraturan untuk membenarkan setiap sikapnya.

Beberapa analis berpendapat bahwa langkah-langkah baru Beijing mungkin merupakan tanggapan atas penggunaan bea anti-dumping oleh Australia sendiri terhadap China.

Ini adalah kedua kalinya China memberlakukan pembatasan anti-dumping pada ekspor Australia tahun ini. Petani jelai terkena bea anti-dumping dan anti-subsidi sebesar 80,5 persen di bulan Mei. Mereka akan tetap berlaku selama lima tahun.

Sebelumnya pada November, baik China dan Australia menandatangani Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), sebuah kesepakatan perdagangan baru yang seharusnya menunjukkan komitmen kawasan itu terhadap apa yang digambarkan Beijing sebagai sistem perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan saling menguntungkan.

Tapi, kemitraan itu harusnya memberikan pengingat lain bahwa aturan global hanya berfungsi jika, pemerintah mematuhi 'semangat' mereka dan bukan hanya 'surat' mereka, seperti dikutip dari The Guardian.

Australia sedang berjuang untuk pertumbuhan ekonomi. Para pengusaha sedang menunggu sikap Perdana Menteri Scott Morrison terhadap 'penindasan' Presiden China Xi Jinping.

Dan dunia sedang mengamati Xi versus Morrison dengan saksama. Di mana China telah berjanji untuk menjadi pemegang saham kekuatan dunia yang stabil, bukan hanya pemegang saham.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya