Berita

Kota bersejarah Shusha yang diduduki Armenia di jantung Nagorno-Karabakh/Net

Dunia

PM Armenia: Saya Punya Alasan Mengapa Orang Azerbaijan Tidak Boleh Kembali Ke Shushi

SENIN, 30 NOVEMBER 2020 | 08:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Nikol Pashinyan secara blak-blakan mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sangat terkejut ketika dia menentang opsi untuk mengembalikan warga Azerbaijan ke Shushi (Shusha). Namun, ketika ia menyampaikan argumennya, akhirnya Putin bisa memahaminya.

"Saya menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin dan dia berkata bahwa kita harus mencoba melakukan ini sesuai dengan logika proposal Rusia. Yakni, masalah pengalihan status, penyerahan wilayah, penyebaran pasukan penjaga perdamaian Rusia," tulis Pashinyan dalam akun media sosialnya, Minggu (29/11).

Pashinyan bercerita bahwa pada 19 Oktober, pemimpin  Artsakh (Nagorno_Karabakh) Arayik Harutyunyan meneleponnya,  mengatakan bahwa perang harus dihentikan. "Dia mengatakan bahwa itu bukan hanya pandangannya saja tetapi juga pandangan mantan presiden Arkadi Ghukasyan, Bako Sahakyan, juga Robert Kocharyan, Serzh Sargsyan, dan Levon Ter-Petrosyan," kata Pashinyan.


"Saya tidak dapat membuat pernyataan publik, karena jika Azerbaijan menolak proposal ini setelah pernyataan publik saya, itu akan meruntuhkan seluruh sistem perlawanan kami. Saya menelepon Presiden Rusia lagi dan berkata bahwa saya setuju. (Kemudian) dia berkata bahwa dia akan membahas ini dengan Aliyev sampai pagi dan menelepon dia kembali," tambah Pashinyan.

Putin mencatat bahwa pihak Armenia harus berkomitmen pada kembalinya orang Azerbaijan ke Shushi (sebagain banyak yang menyebut kota ini sebagai Shusha).

“Jadi, gencatan senjata menjadi tidak mungkin, karena saya katakan bahwa meskipun saya setuju dengan masalah Hadrut, saya tidak dapat membayangkan kemungkinan menyerahkan Shushi. Presiden Rusia terkejut mengapa saya menentang pilihan untuk mengembalikan orang Azerbaijan ke Shushi. Ketika saya menyampaikan argumen saya, (akhirnya) dia bilang itu logis, dan (karena) dia tidak menyadari beberapa seluk-beluknya," ujar Pashinyan.

Masalahnya, menurut Pashinyan, dalam kasus ini penduduk Shushi akan dihuni oleh 90 persen atau lebih orang Azerbaijan, yang seharusnya mengendalikan jalan menuju Stepanakert.

"Saya yakin jika saya menyetujui opsi menyerahkan Shushi, Azerbaijan akan mengajukan syarat baru untuk melewati jalan Karmir Shuka-Shushi di bawah kendali mereka," kata Pashinyan, yang belakangan didera kecaman dari seluruh rakyat Armenia atas sikapnya yang menyetujui perjanjian genjatan senjata.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya