Berita

Para petani menghadiri protes terhadap tagihan pertanian yang baru disahkan di perbatasan Singhu dekat Delhi, India, 28 November 2020/Net

Dunia

Ribuan Petani India Kembali Turun Ke Jalan, Siap Lakukan Aksi Duduk Memprotes Undang-undang Pertanian Baru

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 22:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah India menurunkan ratusan polisi dan pasukan paramiliter di perbatasan New Delhi ketika ribuan petani dari negara bagian tetangga India kembali melakukan aksi unjuk rasa pada Sabtu (28/11).

Ribuan petani itu memblokir jalan-jalan utama ke ibu kota sebagai protes terhadap deregulasi pertanian baru-baru ini.

Para petani tiba dengan truk, bus, dan traktor, di perbatasan Singhu Delhi dan Haryana pada hari Jumat (27/11). Mereka langsung memblokir jalan raya utama menuju ibu kota pada Sabtu (28/11) pagi waktu setempat, meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi dan mengibarkan bendera serikat petani, merah, kuning, dan hijau.


Ini adalah ketegangan yang kembali muncul sebagai protes atas undang-undang yang membuat para petani khawatir. Undang-undang baru ini dianggap dapat merampas harga minimum untuk produk mereka.

Para mengunjuk rasa itu bersiap melakukan aksi duduk dan menolak untuk pindah ke lokasi protes yang telah disediakan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran munculnya bentrokan baru antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa.

Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Harbhajan Singh (75) dari Amritsar di negara bagian pertanian utama Punjab mengatakan dia dan yang lainnya membawa perbekalan dan bersiap untuk berkemah selama mengikuti aksi itu.

“Kami telah diganggu oleh pemerintah. Kami menginginkan sesi parlemen khusus untuk mencabut undang-undang pertanian baru,” kata Singh, seraya menambahkan bahwa dia berharap petani dari negara bagian lain akan bergabung dalam protes untuk menekan pemerintah, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (28/11).

Tak hanya petani, kecaman datang dari pemimpin Partai Kongres oposisi Rahul Gandhi.

“Slogan kita adalah, 'Hail the Soldier, Hail the Farmer' tapi hari ini kesombongan PM Modi membuat tentara itu melawan petani. Ini sangat berbahaya,”cuit Gandhi menanggapi foto seorang polisi yang mencoba memukul seorang petani dengan tongkat di akun Twitternya.

Undang-undang Modi, yang diberlakukan pada bulan September, mengizinkan petani menjual produk mereka di mana saja, termasuk kepada pembeli korporat besar seperti Walmart Inc, tidak hanya di pasar grosir yang diatur pemerintah di mana petani dijamin akan mendapatkan harga pengadaan minimum.

Tetapi banyak petani kecil khawatir mereka akan rentan terhadap bisnis besar dan pada akhirnya bisa kehilangan dukungan untuk mempertahankan harga untuk bahan pokok utama seperti gandum dan beras.

Pemerintah mengatakan tidak ada rencana untuk menghilangkan pasar grosir. Petani tetap bisa memilih calon pembelinya. Mereka berharap deregulasi bisa menarik investasi pertanian dan memperbaiki rantai pasokan yang kehilangan seperempat produksi India.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya