Berita

etugas menyemprotkan disinfektan untuk membasmi vieus corona di Bandara Internasional Taoyuan di Taipei, Taiwan/Net

Dunia

Banyak Kasus Impor Covid-19 Dari Indonesia, Taiwan Kembali Larang Dua Agen TKI Untuk Kirim Pekerjanya

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 16:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Taiwan kembali mengeluarkan larangan terbaru terhadap agen tenaga kerja Indonesia. Larangan tersebut terkait dengan banyaknya kasus impor baru di negara itu, yang sebagian besar berasal dari TKI.

Komando Epidemi Pusat (CECC) Taiwan mengatakan bahwa pihaknya untuk sementara melarang pekerja migran dari dua agen tenaga kerja Indonesia untuk masuk ke negaranya, setelah melaporkan 13 kasus baru Covid-19 yang diimpor dari Indonesia pada Jumat (27/11) waktu setempat.

"Buruh migran dari agen PT. Laatansa Lintas dan PT. Prima Duta Sejati akan dilarang memasuki Taiwan, sehingga jumlah total agen yang menghadapi pembatasan tersebut menjadi enam," kata Lo Yi-chun, wakil kepala divisi respons medis CECC, pada konferensi pers, seperti dikutip dari Taiwan News, Sabtu (28/11).


Pengumuman CECC pada Jumat (27/11) malam datang beberapa jam setelah mengkonfirmasi 14 kasus Covid-19 baru, total harian tertinggi sejak 19 April, di mana 13 di antaranya adalah pekerja migran yang baru saja tiba dari Indonesia.

Pada konferensi pers, Lo Yi-chun mencatat bahwa Indonesia saat ini berada dalam daftar 'berisiko tinggi' bagi Taiwan untuk Covid-19, karena melaporkan sekitar 5.000 kasus baru per hari dan memiliki tingkat uji positif sebanyak 14 persen.

"Menurut statistik Kementerian Tenaga Kerja, 4.119 pekerja migran Indonesia telah tiba di Taiwan sejak Oktober, di mana 50 di antaranya dinyatakan positif Covid-19," kata Lo.

Mengingat situasinya, kata Lo, CECC telah melakukan tinjauan bergulir terhadap kebijakan masuknya, dan mencoba menyeimbangkan persyaratan tenaga kerja domestik Taiwan dan masalah kesehatan masyarakat.

CECC tidak mengatakan apa yang menyebabkannya melarang kedua lembaga tersebut. Namun, setelah awalnya melarang empat agen tenaga kerja Indonesia pada 20 November lalu, dikatakan bahwa sejumlah besar pekerja dari perusahaan tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah tiba di Taiwan.

Menurut Lo, lembaga yang berharap akan pencabutan larangan dapat mengajukan permohonan ke CECC melalui pemerintah Indonesia, tetapi mereka harus menyertakan bukti bahwa mereka telah memperketat tindakan pencegahan epidemi dan belum terhubung dengan kasus Covid-19 baru.

Hingga Jumat (21/11) malam Indonesia telah mencatat 522.581 kasus Covid-19 dan 16.521 kematian, menurut data Worldometer.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya