Berita

Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko/Net

Dunia

Lukashenko Akhirnya Siap Mundur, Tapi Dengan Syarat

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 12:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko memberikan sinyal kuat bahwa dia akan mengundurkan diri. Pengunduran diri itu akan dia lakukan jika negara yang terus menerus dilanda protes pasca dirinya terpilih dalam pemilu yang kontroversial Agustus lal itu akan mengadopsi konstitusi baru.

Namun, Lukashenko tidak memberikan jadwal jelas kapan keputusan itu akan diambilnya. Komentar itu muncul saat dirinya berkunjung ke rumah sakit Minsk yang merawat pasien virus corona, di mana Lukashenko mengenakan alat pelindung, tetapi tidak memakai sarung tangan.

Itu adalah upaya terbarunya untuk menenangkan pengunjuk rasa yang berkumpul hampir setiap akhir pekan sejak pemilihan presiden 9 Agustus yang disengketakan.


Pernyataan Lukashenko juga muncul setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Lavrov mendesak agar presiden Belarusia yang berkuasa selama 26 tahun itu mempertimbangkan konstitusi baru pada Kamis (26/11).

Pendukung pemimpin oposisi Belarus yang saat ini berada di Lithuania setelah kabur dari Belarusia, Sviatlana Tsikhanouskaya, secara terbuka mendesak jaksa penuntut Eropa untuk menyelidiki tuduhan penyiksaan di negara mereka pada Jumat (27/11).

“Ini mengerikan di Belarus, dan saya pikir hal serupa tidak terjadi di mana pun di Eropa. Kami membutuhkan bantuan dari luar,” kata pendukung Maksim Kharoshyn itu kepada wartawan, merujuk pada ribuan orang yang ditahan dan dipukuli, seperti dikutip dari DW, Sabtu (28/11).

Penasihat Tsikhanouskaya, Alexander Dobrovolski mengatakan - selain dari petisi yang diajukan kepada jaksa Lithuania - permintaan serupa telah dikirim ke jaksa penuntut di Polandia, Jerman , Belgia dan Belanda.

Beberapa terduga korban pemukulan polisi Belarusia sekarang tinggal di negara-negara ini.

Rezim Lukashenko sendiri membantah telah menyiksa tahanan dan mengklaim pengunjuk rasa didukung oleh kekuatan asing. Uni Eropa  telah lama mengutuk apa yang digambarkannya sebagai tindakan keras polisi terhadap pengunjuk rasa sementara menolak untuk mengakui Lukashenko sebagai presiden terpilih.

Tsikhanouskaya, yang mengatakan dia menang pada bulan Agustus dan sekarang tinggal di Vilnius, absen saat konferensi pers hari Jumat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya