Berita

Direktur Asia Timur dan Pasifik Santo Darmosumarto dalam sesi diskusi International Webinar bertajuk ASEAN-Korea Cooperation Upgrade/RMOL

Dunia

Ketika Luncurkan NSP, Mata Korea Selatan Tertuju Ke Indonesia

SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 00:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebijakan Baru Arah Selatan atau New Southern Policy (NSP) yang diluncurkan oleh Korea Selatan untuk mempererat hubungan dengan negara-negara ASEAN memiliki makna khusus bagi Indonesia.

"Kita tahu bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang merupakan mitra strategis khusus bagi Korea Selatan," ujar Direktur Asia Timur dan Pasifik Santo Darmosumarto dalam sesi diskusi International Webinar bertajuk "ASEAN-Korea Cooperation Upgrade, Focusing on the New Southern Policy" yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Kamis (26/11).

"Ketika NSP diluncurkan tahun 2017 lalu, pada waktu yang hampir bersamaan, kemitraan khusus Indonesia dan Korea Selatan juga diluncurkan dalam kunjungan Presiden Korea Selatan Moon Jae In ke Bogor," sambungnya.


Secara tidak langsung, sambung Santo, bisa diketakan bahwa ketika Korea Selatan melihat Asia Tenggara sebagai channel untuk mengembangkan kerjasama ekonominya, negara yang pertama mereka lihat adalah Indonesia sebagai ekonomi terbesar di kawasan.

"Jadi ketika Korea Selatan meluncurkan NSP, mata mereka langsung membelalak ke Indonesia," kata Santo.

Pada saat itu, Indonesia telah memiliki sejumlah kemitraan dengan negara lain, seperti Jepang, China dan Australia.

"Istilahnya Korea Selatan itu tertarik dengan Indonesia, tapi Indonesia gebetannya banyak, Jepang, China dan Australia, tapi dengan Korea Selatan pada saat itu belum ada," terangnya.

"Indonesia dan Korea Selatan ini developmennya pelan tapi stabil. Tapi ke depannya akan sangat luas perkembangannya," tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya