Berita

Parlemen Eropa mengadopsi resolusi yang mengecam kebebasan di Aljazair/Net

Dunia

Risau Dengan Masalah Kebebasan Di Aljazair, Parlemen Eropa Mengecam Lewat Resolusi

JUMAT, 27 NOVEMBER 2020 | 22:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Isu kebebasan di Aljazair menjadi pembahasan hangat di Eropa. Dalam sesi pleno yang digelar di Brussel pada Kamis (26/11), parlemen Eropa satu suara untuk mengadopsi resolusi mendesak yang intinya adalah mengecam kemerosotan kebebasan di Aljazair.

Ini adalah kali kedua dalam satu tahun, resolusi Parlemen Eropa diadopsi dengan mendesak agar Aljazair menghormati hak asasi manusia dan menegakkan kebebasan di negara tersebut.

Resolusi yang disetujui oleh 669 anggota parlemen Eropa ini mengecam keras penindasan aktivis hak asasi manusia dan wartawan di Aljazair. Resolusi yang sama juga mengecam pengetatan keamanan pada kebebasan di negara tersebut.


Secara spesifik, resolusi baru ini menggarisbawahi bahwa penangkapan politik dan penahanan sewenang-wenang terhadap aktivis damai dari Hirak dan serikat buruh, serta wartawan yang telah telah meningkat sejak musim panas 2019. Tindakan semacam itu telah melanggar hak fundamental atas pengadilan yang adil dan proses hukum yang sesuai.

Bukan hanya itu, dalam resolusi yang sama, anggota parlemen Eropa percaya bahwa di Aljazair saat ini tindakan penyensoran, persidangan dan sanksi berat terhadap media independen, yang sering dituduh berkomplot dengan kekuatan asing melawan keamanan nasional, terus memburuk.

Selain itu, pembatasan langkah-langkah keamanan yang diperkenalkan untuk memerangi pandemi Covid-19 juga telah membantu memperketat kontrol dan digunakan oleh pihak berwenang untuk lebih membatasi ruang sipil, membatasi perbedaan pendapat secara damai dan menghambat kebebasan berekspresi.

Resolusi tersebut juga prihatin, dalam konteks represi saat ini di Aljazair. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah penyiksaan di kantor polisi dan dalam arahan umum keamanan dalam negeri (DGSI), seperti yang terjadi pada tahanan Walid Nekkiche serta kasus pemenjaraan sewenang-wenang terhadap jurnalis Khaled Drareni.

Melalui resolusi tersebut, Parlemen Eropa menyerukan kepada European External Action Service (EEAS) untuk secara secara terbuka menunjukkan sikap yang tegas tentang masalah penghormatan terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum di Aljazair.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya