Berita

Patung Ernst Hemingway/Repro

Jaya Suprana

The Old Man And The Sea

JUMAT, 27 NOVEMBER 2020 | 09:16 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEMULA saya tidak terlalu suka Ernst Hemingway, akibat sang mahanovelis Amerika Serikat menggemari pertunjukan banteng diadu dengan manusia yang digemari masyarakat Spanyol.

Menurut saya, adu banteng dengan manusia tidak sportif. Sebab sang banteng dikeroyok oleh para manusia yang menggunakan pedang dan tombak.

Apalagi sungguh curang bahwa sang matador baru tampil setelah sang banteng kelelahan akibat dikeroyok oleh para pikador.


Namun saya mulai suka Ernst Hemingway setelah saya berkunjung ke Havana, Kuba, di mana ternyata Hemingway sangat dihormati, bahkan dianggap sebagai warga kehormatan Kota Havana. Bahkan Kuba.

Havana

Di Havana dan sekitarnya pada masa kini, para turis dapat mengunjungi beberapa lokasi petilasan Ernst Hemingway yang memang sempat hidup sekitar 20 tahun di Kuba.

Di bar legendaris La Bodequita del Medio, Hemingway kerap menikmati mojitos. Sementara El Floridita bahkan memiliki sebuah patung Hemingway duduk di meja bar siap berfoto bareng para turis.

Di samping patung ada foto Hemingway ketika berjumpa Fidel Castro.  Di masa lalu Hemingway kerap menghirup daiquiris di bar historis tersebut.

Hotel Ambos Mundos penuh dengan foto-foto dan memorabilia Hemingway ketika mulai menulis naskah "For Whom the Bell Tolls" di kamar nomor 511 dengan mesin tik yang masih berada di hotel tersebut.

Di Kota Cojimar yang ditampilkan di novel "The Old Man and The Sea" yang perdana dimuat majalah LIFE terdapat restoran La Terraza. Di mana Hemingway kerap makan bersama Geogorio Fuentes, skipper perahu mashur Hemingway, El Pilar, demi menghormati pantai Playa Pilar, Cayo Guillermo di mana Hemingway sering menangkap ikan dan disebutkan sebagai puncak kisah "Islands in the Stream".

Ernst Hemingway menyelesaikan dua mahakaryanya yaitu "For Whom the Bell Tolls" dan "The Old Man and The Sea" di rumah kediamannya di Finca Vigia, 15 kilometer dari Havana yang kini menjadi museum Ernst Hemingway terbuka untuk dikunjungi para fans Ernst Hemingway.

Anugerah Nobel

Ernst Hemingway memperoleh anugrah Pullitzer kemudian Nobel sebagai penghargaam untuk mahakarya "The Old Man and The Sea" yang berkisah tentang perjuangan hidup seorang nelayan tua Kuba bernama Santiago.

Nelayan tua Kuba ini berjuang mati-matian untuk menangkap seekor ikan cucut berukuran lebih panjang ketimbang perahu kecilnya. Akhirnya dengan susah payah Santiago berhasil menangkap ikan cucut raksasa itu.

Namun dalam perjalanan pulang ke dermaga kampungnya, sang ikan cucut raksasa yang diikat di sisi perahu Santiago itu digerogoti oleh para ikan hiu sehingga habis tinggal tulang-belulangnya saja.

Kisah nelayan tua menjadi makin popular setelah diangkat ke layar lebar pada 1958 yang disutradarai John Sturges dan dibintangi oleh Spencer Tracy.

Ernst Hemingway menyatakan bahwa dirinya merasa berutang budi kepada Kuba sebagai inspirasi naskah "The Old Man and The Sea" sehingga memperoleh anugrah Nobel.

Maka Hemingway mempersembahkan anugrah Nobel kepada masyarakat Kuba diiringi orasi legendaris “This prize belongs to Cuba, since my works were created and conceived in Cuba!”.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya