Berita

Skandal korupsi di Uni Afrika mengundang sorotan tersendiri/Net

Dunia

Skandal Korupsi Di Uni Afrika, Dana Lebih Dari Satu Juta Dolar AS 'Lenyap'

MINGGU, 22 NOVEMBER 2020 | 23:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lama tidak terdengar gaungnya, Uni Afrika kini muncul dengan kabar uang kurang sedap. Skandal korupsi kabarnya terjadi di organisasi regional di kawasan Afrika tersebut.

Mekanisme Peninjauan Sesama Afrika (APRM) yang merupakan bagian dari Uni Afrika dan berbasis di Johannesburg, Afrika Selatan sedang dalam penyelidikan internal saat ini. Penyelidikan dilakukan untuk mencari aliran dana lebih dari satu juta dolar AS yang lenyap.

Kasus ini sebenarnya mencuat pada bulan Juli lalu, ketika sejumlah karyawan APRM mengungkapkan serangkaian pembengkakan anggaran yang terjadi di lembaga tersebut. Mereka mengkritisi soal pemerintah yang buruk, korupsi, nepotisme, "favoritisme".


Bukan hanya soal lenyapnya dana, tapi penyelidikan internal juga menyoroti soal intimidasi dan pemecatan sewenang-wenang dalam manajemen organisasi, yang seharusnya menjadi mekanisme untuk mengevaluasi tata kelola yang baik.

"APRM harus menjadi yang terdepan dalam mempromosikan nilai-nilai Uni Afrika seperti rasa hormat, loyalitas, integritas, imparsialitas, transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan profesionalisme. Namun, sekretariat kontinentalnya tampaknya bergerak ke arah yang sepenuhnya berlawanan," begitu bunyi keterangan yang ditulis oleh para karyawan yang mengadukan kondisi tersebut, seperti keterangan yang diterima redaksi akhir pekan ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya