Berita

Setelah kalah dalam pemilu presiden, Donald Trump dikabarkan sempat meminta skenario penyerangan situs nuklir Iran/Net

Dunia

Trump Urung Serang Situs Nuklir, Iran Tidak Gentar Menanggapi

SELASA, 17 NOVEMBER 2020 | 22:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi menyedot perhatian dunia awal pekan ini. Media The New York Times pada Senin (16/11) mempublikasikan kabar bahwa setelah kalah dalam pemilu presiden, Trump sempat meminta skenario penyerangan situs nuklir Iran.

Meski pada akhirnya skenario semacam itu urung dilaksanakan, namun Iran tidak tinggal diam dengan hal tersebut.

Seorang jurubicara pemerintah Iran, Ali Rabiei menegaskan bahwa Iran akan menghadapi setiap serangan dari Amerika Serikat. '


"Setiap tindakan terhadap bangsa Iran pasti akan menghadapi tanggapan yang menghancurkan," kata Rabiei pada Selasa (17/11), seperti dikabarkan Reuters.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa Trump telah bertanya kepada para pembantu dekatnya tentang "pilihan yang tersedia" untuk mengambil tindakan terhadap situs nuklir utama Iran dalam sebuah pertemuan pekan lalu.

Tetapi penasihatnya memperingatkan bahwa langkah seperti itu jika diambil selama minggu-minggu terakhir masa jabatannya dapat meningkat menjadi konflik yang lebih besar.

"Trump bertanya kepada para pembantu keamanan nasionalnya tentang pilihan apa yang tersedia dan bagaimana menanggapinya," begitu kutipan dari laporan surat kabar tersebut.

Laporan itu mengatakan serangan itu kemungkinan akan menargetkan Natanz, inti dari program pengayaan Iran, yang selalu ditegaskan oleh Iran hanya untuk tujuan damai.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya