Berita

Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan mundur dari jabatannya/Net

Dunia

Menteri Luar Negeri Armenia Mundur Di Tengah Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh

SENIN, 16 NOVEMBER 2020 | 23:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan memutuskan untuk mundur dari jabatannya pasca gencatan senjata di wilayah kantung yang disengketakan, Nagorno-Karabakh.

Pengunduran diri itu diumumkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Armenia dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Senin (16/11).

Mnatsakanyan diketahui telah mengemban jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Armenia sejak Mei 2018.


Pengunduran diri Mnatsakanyan dilakukan di tengah tekanan terhadap pemerintahannya, terutama desakan agar Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mudur pasca gencatan senjata di Nagorno-Karabakh.

Diketahui bahwa pemimpin Armenia, Azerbaijan, dan Rusia menandatangani kesepakatan pada 10 November lalu untuk menghentikan aksi militer di dan sekitar Nagorno-Karabakh.

Mnatsakanyan bertemu rekannya, Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov tiga kali dalam satu setengah bulan terakhir untuk mencari kesepakatan gencatan senjata.

Di tengah situasi tersebut, dikabarkan Al Jazeera, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan utama Yerevan untuk memprotes langkah yang diambil oleh pemerintah karena dianggap mengamankan keuntungan teritorial Azerbaijan, setelah enam minggu pertempuran yang mengakibatkan kematian lebih dari 2.300 prajurit Armenia.

Pashniyan sendiri mengaku bahwa dia mengambil tanggung jawab atas hilangnya wilayah tersebut. Namun dia menegaskan bahwa dia menandatangani perjanjian itu untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan menyelamatkan nyawa.

Dia pun berjanji untuk tetap menjabat dan membawa stabilitas ke negara itu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya