Berita

Sampah plastik menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh Indonesia/Net

Dunia

Dubes Havas: Pengelolaan Sampah Masih Jadi Masalah Serius Di Indonesia

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 16:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Sampah plastik merupakan salah satu masalah utama Indonesia yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyaknya sampah plastik yang bermuara ke laut memicu masalah lingkungan yang serius di tanah air.
 
"Kita memang bukan penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Setiap tahunnya, konsumsi plastik kita adalah 4 ton setahun," jelas Dutabesar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno dalam acara virtual "Ask Ambassador Arif Havas Oegroseno Anything" yang dilaksanakan pada Jumat (13/11).

"Tapi kita juga tidak bisa lari dari kenyataan bahwa memang ada banyak masalah sampah plastik ke laut. Dan ini bukan hanya dialami Indonesia, tapi juga negara lain di dunia," sambungnya.


Menurut Havas, salah satu akar dari permasalahan sampah di Indonesia ada di manajemen atau pengelolaan sampah.

"Sebenarnya, kita bahkan tidak ada standar dalam hal waste management atau pengelolaan sampah. Ini adalah masalah nomor satu," jelasnya.

Dia mencontohkan, dalam hal biaya pengelolaan sampah, misalnya, bahkan di setiap hunian, baik apartemen maupun rumah dan setiap daerah, tidak ada standarisasi.

"Ada di apartemen misalnya, untuk maintain sampah bisa biaya satu juta, atau di tempat lain beberapa ratus ribu atau beberapa puluh ribu rupiah," sambung Havas.

Masalah lainnya yang juga dihadapi adalah pihak yang mengatur pengelolaan sampah di Indonesia.

"Masalah nomor dua adalah, sebelum political reform, pengelolaan sampah dilakukan oleh pemerintah pusat, tapi sekarang setelah political reform, pengelolaan sampah dilakukan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
 
"Sekarang jika kita lihat perjalanan sampah. Mulai dari sampah rumah tangga, kemudian bayar untuk pihak RT atau pengelola untuk mengorganisir mengambil sampah. Lalu sampah tersebut juga akan pergi ke collecting point pertama yang disediakan oleh pemerintah lokal dan kemudian ke last collecting point," jelas Havas.

Namun, dengan tidak adanya standarisasi dan penyeragaman dalam hal biaya serta pengelolaan sampah, akan memungkinkan terjadinya "kebocoran".

"Karena jika tidak ada standar, bisa berpotensi bocor. Sampah yang 'bocor' itu bisa tidak bermuara ke tempat pembuangan sampah akhir, tapi ke sungai dan laut. Ini adalah masalah pengelolaan sampah kita," sambungnya.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Mulai dari hal yang sederhana yang bisa kita lakukan.

"Kita berusaha hindari penggunaan plastik sekali pakai atau botol-botol plastik," kata Havas.

"Sementara banyak perusahaan yang sudah melakukan recycle, pemerintah juga beberapa daerah yang memberlakukan larangan penggunaan plastik sekali pakai dan mencari alternatif lain," tandasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya