Berita

Penasihat Perdana Menteri Boris Johnson, Dominic Cummings/Net

Dunia

Di Tengah Brexit Dan Pandemi, Boris Johnson Ditinggal Para Penasihatnya

JUMAT, 13 NOVEMBER 2020 | 08:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson tengah menghadapi tekanan yang luar biasa dari dalam partainya sendiri, khususnya setelah penasihat tertingginya, Dominic Cummings dilaporkan akan mundur dari posisinya pada akhir tahun ini.

Laporan pengunduran diri Cummings sendiri membuat pemerintahan Johnson jatuh ke dalam krisis di tengah kondisi Inggris yang tengah berjalan menuju akhir Brexit.

Pasalnya, Cummings merupakan bagian dari koalisi Vote Leave yang mendorong Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.


Cummings sendiri penasihat kedua Johnson yang mengundurkan diri. Pada Rabu malam (11/11), Direktur Komunikasi Lee Cain mengumumkan pengunduran dirinya.

Mengutip sumber di Downing Street, BBC melaporkan, Cummings akan menanggalkan jabatannya pada Natal.

Menanggapi fenomena Johnson ditinggalkan oleh para penasihatnya membuat parlemen angkat bicara.

Seorang anggota parlemen sendiri ingin perwakilannya berada di sisi Johnson untuk menghilangkan pengaruh Cummings.

"Anggota parlemen hanya ingin melihat orang-orang di No. 10 melakukan sesuatu yang lebih kolaboratif, lebih mantap, lebih profesional. Jika mereka tidak bisa melakukannya, mereka harus memberi jalan bagi orang lain yang bisa," ujar seorang anggota parlemen, seperti dikutip The Independent, Jumat (13/11).

Cummings telah mengambil posisi sebagai penasihat perdana menteri pada Juli 2019 dan menjadi tokoh di balik keberhasilan referendum Brexit.

Kepergiannya diperkirakan akan membuat Johnson kesulitan untuk mencari sosok pengganti di tengah pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya