Berita

Pemilu Amerika Serikat diwarnai dengan meyebarnya hoax berbahasa Spanyol di kalangan warga hispanik di Florida/Net

Dunia

Hoax Berbahasa Spanyol Soal Pilpres AS Menyebar Di Florida

KAMIS, 12 NOVEMBER 2020 | 16:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hiruk-pikuk pemilu presiden Amerika Serikat bulan ini diwarnai banyak kabar palsu alias hoax, terutama di sosial media.

Saat banyak platform media sosial fokus memberantas hoax berbahasa Inggris, rupanya di Florida marak bertebaran hoax terkait pemilu 2020 dalam bahasa Spanyol.

Laporan terbaru NBC News pada Rabu (11/11) menemukan bahwa ada peningkatan jumlah disinformasi atau kabar hoax berbahasa Spanyol di platform media sosial.


Sementara itu, mengutip Miami Herald, di aplikasi perpesanan pribadi dan media sosial, penduduk berbahasa Spanyol di Florida Selatan telah dihadapkan pada rentetan klaim yang menipu, hoax serta taktik disinformasi pemilih yang dapat berlangsung hingga hari pemilihan.

Contoh terbaru adalah pesan anonim yang muncul di obrolan WhatsApp minggu ini yang mengancam pendukung Presiden Donald Trump yang berbahasa Spanyol. Klaim tersebut telah mengguncang beberapa orang Hispanik di Florida Selatan bahkan ketika para ahli memperingatkan tentang kebohongan klaim tersebut.

Ancaman tersebut sangat mirip dengan narasi palsu, seringkali rasis dan anti-Semit, yang dijajakan di media lokal berbahasa Spanyol di mana beberapa pembawa acara dan pakar politik menilai bahwa mereka yang memilih Joe Biden akan berarti mendukung pengambilalihan negara dengan kekerasan.

Contoh disinformasi lainnya yang menyebar dalam bahasa Spanyol di Florida adalah pesan intimidasi baru-baru ini yang menunjukkan bahwa pendukung Trump akan menjadi sasaran kejahatan oleh kelompok anonim jika Trump kalah.

Di Florida Selatan, beberapa pendukung Trump Hispanik menanggapi ancaman tersebut dengan serius, mengutip pengalaman kekerasan traumatis yang mereka alami di negara asal mereka.

Lantas pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa pemilih di Amerika Serikat yang berbahsa Spanyol menjadi target dari kabar hoax?

Seorang profesor ilmu politik di Universitas Florida, Dan Smith mengatakan, secara historis, pemilih Hispanik di Florida secara tidak proporsional lebih mungkin mendaftar untuk memilih tanpa afiliasi partai, dibandingkan dengan pemilih kulit putih dan kulit hitam.

Hingga Jumat pagi, 1,6 juta pemilih tanpa partai telah memberikan suara, meskipun tidak sepenuhnya jelas bagaimana kecenderungan mereka.

"Menghalangi orang untuk memilih dalam beberapa hal merupakan strategi yang lebih efektif jika Anda tidak yakin bagaimana mereka akan memberikan suara, dan ini terutama terjadi pada kaum Hispanik yang terdaftar sebagai afiliasi tanpa partai," kata Smith.

"Kampanye disinformasi dapat mencapai itu," sambungnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya