Berita

Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden/Net

Dunia

Diblokir Trump, Joe Biden Belum Terima Puluhan Surat Dari Pemimpin Dunia

KAMIS, 12 NOVEMBER 2020 | 14:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan berupaya untuk memboikot akses surat yang dikirim oleh para pemimpin dunia yang ditujukan untuk presiden terpilih, Joe Biden.

Mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, CNN pada Kamis (12/11) melaporkan Departemen Luar Negeri masih menyimpan puluhan surat yang dikirim oleh para pemimpin dunia untuk Biden.

Dalam laporannya, CNN menyatakan, pemerintahan Trump melarang pihak Biden untuk mengakses layanan Departemen Luar Negeri.


Alhasil, tim Biden pun melakukan hubungan dengan pemerintahan asing tanpa partisipasi Departemen Luar Negeri.

"Mereka (tim Biden) akan lebih suka menggunakan layanan Departemen Luar Negeri," kata sumber tersebut.

Diketahui, Biden sendiri sudah mengadakan sejumlah pembicaraan telepon dengan berbagai pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, hingga Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Pemblokiran yang dilakukan pemerintahan Trump sendiri mengikuti penolakan presiden AS ke-45 itu untuk mengakui kekalahannya dari Biden. Sebaliknya, Trump menuding Biden telah melakukan kecurangan dalam pemilu dan berencana untuk melakukan gugatan hukum.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo juga tidak mengakui kemenangan Biden dengan mengatakan akan ada transisi yang mulus ke pemerintahan Trump periode kedua.

Dengan tidak adanya pengakuan dari Trump, Biden juga belum mendapatkan pengarahan intelijen harian yang seharusnya diberikan oleh petahana kepada presiden terpilih.

Selain itu, Administrasi Layanan Umum, badan negara yang bertugas mengatur pemerintahan transisi juga belum mengesahkan hasil pemilu yang diproyeksikan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya