Berita

Presiden Donald Trump menjabat tangan Joe Biden di depan mantan Presiden Barack Obama saat melihat pelantikan Trump pada tahun 2017.

Dunia

Joe Biden Dan Donald Trump Satu Suara, Sambut Baik Kehadiran Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer

SELASA, 10 NOVEMBER 2020 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden terpilih AS Joe Biden menyerukan pujian atas keberhasilan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech. Kedua perusahaan telah mengumumkan bahwa vaksin buatannya 90 persen efektif untuk menangkal virus corona.

“Saya mengucapkan selamat kepada wanita dan pria brilian yang membantu menghasilkan terobosan ini dan memberi kami harapan,” kata Biden dalam sebuah pernyataan pada Senin (9/11) waktu setempat, seperti dikutip dari AFP.

Dalam kesempatan yang sama Biden juga mengingatkan kembali akan pentingnya menggunakan masker, mengingat perjuangan melawan virus corona masih jauh dari kata akhir.


“Pada saat yang sama, penting juga untuk memahami bahwa akhir dari pertempuran melawan Covid-19 masih beberapa bulan lagi,” katanya, seraya  menekankan pentingnya penggunaan masker yang harus terus berlanjut di masa mendatang.

Pfizer dan BioNTech mengatakan bahwa berdasarkan temuan awal, perlindungan pada pasien dicapai tujuh hari setelah dosis kedua, dan 28 hari setelah dosis pertama. Perusahaan-perusahaan tersebut mengatakan mereka berharap dapat memasok hingga 50 juta dosis vaksin secara global pada tahun 2020, dan hingga 1,3 miliar dosis pada tahun 2021.

Satu suara dengan Biden, Presiden AS Donald Trump juga memuji berita tersebut, menyebutnya sebagai sesuatu yang “hebat” di akun Twitternya.

“Pasar saham, naik tinggi, vaksin akan segera datang. Laporkan 90 persen efektif. Sunguh berita yang sangat hebat!” cuit Trump, Senin (9/11) waktu setempat.

Melonjaknya kasus virus corona di seluruh dunia telah memaksa jutaan orang kembali terkunci, menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada ekonomi yang porak poranda. Di AS, kasus telah melonjak di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan Trump dari Biden pekan lalu disalahkan sebagian pada tanggapan pemerintahannya terhadap pandemi.

Di hari yang sama, Biden menyebut para ilmuwan yang akan memimpin tanggapan pandemi pemerintahannya, menandakan rencananya untuk memprioritaskan Covid-19 sejak awal.

Dewan penasihat akan dipimpin oleh tiga ketua bersama: ahli epidemiologi dan mantan komisaris Federal Drug Administration (FDA) David Kessler, mantan ahli bedah umum Vivek Murthy, dan profesor kesehatan masyarakat Yale Marcella Nunez-Smith.

Selain itu, dewan tersebut akan memiliki 10 anggota, mulai dari ahli imunologi dan ahli epidemiologi hingga ahli biodefense dan pejabat kesehatan masyarakat terkemuka.

Di antara mereka adalah Rick Bright, ahli virologi yang dicopot oleh pemerintahan Trump pada April dari jabatannya sebagai kepala Otoritas Penelitian dan Pengembangan Lanjutan Biomedis (BARDA), badan yang bertugas mengembangkan vaksin. Sebulan kemudian dia memperingatkan Kongres bahwa Trump tidak memiliki "rencana induk" untuk melawan pandemi.

Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 237 ribu orang tewas di AS, jumlah kematian terburuk secara global.

Menurut pelacak Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus baru AS telah mencapai 100 ribu setiap 24 jam selama beberapa hari berturut-turut, dan mendekati 10 juta secara total.

Biden mengatakan dewan akan membantu membentuk pendekatannya terhadap lonjakan kasus di seluruh negeri serta memastikan vaksin yang aman didistribusikan secara efisien, menciptakan cetak biru yang akan mulai ia terapkan pada hari pertama masa kepresidenannya.

Biden dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris akan menerima pengarahan virus bersama pada hari Senin waktu setempat, di Wilmington, Delaware dari tim penasihat mereka. Setelah itu, Biden kemudian akan memberikan sambutan tentang virus corona dan pemulihan ekonomi.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya