Berita

Sebuah mobil melintas di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana, Kuba pada Oktober lalu/Reuters

Dunia

Meski Tidak Berharap Banyak, Warga Kuba Ikut Bersuka Cita Dengan Kemenangan Joe Biden

MINGGU, 08 NOVEMBER 2020 | 05:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Kuba ikut bersuka cita dengan kemenangan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat terpilih akhir pekan ini.

Sejumlah pengemudi membunyikan klakson dan bertepuk tangan meriah di ibukota Havana pada Sabtu siang (6/11) setelah Joe Biden dinyatakan sebagai pemenang pemilu.

Suka cita ini bukan tanpa alasan. Reuters mengabarkan, hal ini merupakan cerminan harapan bahwa Kuba akan meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat di masa pemerintahan berikutnya.


Banyak orang Kuba mengatakan mereka bahwa sebenarnya tidak berharap banyak pada Biden. Mereka tidak mengharapkan Biden akan mencabut embargo perdagangan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Kuba.

Tetapi mereka merasa terdorong oleh jaminan Biden bahwa dia akan segera membalikkan kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggap telah merugikan Kuba.

"Saya sangat senang," kata seorang pensiunan Ekonom di Kuba, Miriam Corrales yang bertepuk tangan setelah berita kemenagnan Biden diumumkan di televisi pemerintah Kuba.

"Biden memberi saya kesan bahwa dia akan melakukan segala kemungkinan untuk meringankan sanksi dan meninggalkan tekanan yang kami alami dengan Trump," ujarnya.

Diketahui bahwa semasa pemerintahan Trump, Amerika Serikat membalik banyak kebijakan era Obama dan "mencekik" ekonomi Kuba.

"Trump ingin mengubur kami hidup-hidup," kata warga Kuba lainnya yang berprofesi sebagai guru, Mercedes Rodriguez.

Seorang penasihat kebijakan luar negeri Biden mengatakan kepada Reuters dengan syarat anonim pekan lalu bahwa Demokrat akan membalikkan keputusan yang memisahkan keluarga, pembatasan perjalanan keluarga dan pengiriman uang jika Biden duduk di Gedung Putih.

Itu menunjukkan harapan bahwa Biden dapat mengatur kembali hubungan Amerika Serikat dengan Kuba.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya