Berita

RMOL World View bersama research fellow dari Loyola University Chicago Ratri Istania Ph.D/RMOL

Dunia

Apakah Forbidden City Sudah Menjadi For Biden City?

SABTU, 07 NOVEMBER 2020 | 06:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah panas dingin pemilu Amerika Serikat yang saat ini masih menantikan hasil perhitungan suara, muncul semacam jokes atau guyonan di media sosial yang menyebut bahwa "Forbidden City menjadi For Biden City".

Forbidden City atau Kota Terlarang diketahui merupakan sebuah kompleks istana di Distrik Dongcheng, Beijing, China.

Kata "Forbidden City" yang diplesetkan menjadi "For Biden City" dalam guyonan itu secara tersirat mempertanyakan soal apakah China mendukung Biden dalam pilpres Amerika Serikat tahun ini.


"Ini semacam lucu-lucuan. Tapi memang mungkin terjadi di China sana. Karena mereka mungkin memperhatikan sekali apa yang terjadi di Amerika Serikat," kata research fellow dari Loyola University Chicago Ratri Istania Ph.D dalam diskusi virtual RMOL World View bertajuk "Panas Dingin Pemilu AS" yang dilaksanakan pada Jumat malam (6/11).

Dia menambahkan bahwa warga China tampaknya memang cenderung senang jika Biden yang menang dalam pemilu Amerika Serikat tahun ini.

"Warga China di China sana lebih senang melihat kecenderungan Amerika Serikat mungkin akan memilih Biden sebagai presiden," sambungnya menjawab seorang penanya.

Pasalnya, mungkin selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump di negeri Paman Sam, warga China kerap merasakan dampak perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat.

"Mungkin keuntungan mereka berkurang, usaha-usaha kecil atau rumahan berkurang karena tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk China," jelas Ratri.

"Sehingga joke itu pun berkembang, diplesetkan Forbidden City menjadi For Biden City," tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya