Berita

Presiden Donald Trump menari saat dia turun dari panggung setelah berbicara selama rapat umum kampanye di Washington, Michigan/Net

Dunia

Gunakan Lagu Tanpa Izin, Tim Kampanye Donald Trump Akan Diseret Ke Jalur Hukum

JUMAT, 06 NOVEMBER 2020 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah proses penghitungan suara yang ketat yang masih berlangsung, tim kampanye Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan segera dilaporkan oleh salah satu band disko asal Amerika karena telah menggunakan lagu mereka tanpa izin selama kampanye jelang pemilihan.

"Pengacara akan mengajukan keluhan "dalam beberapa hari ke depan" atas penggunaan tidak sah salah satu hits dari Village People yang berjudul 'YMCA' pada kampanye-kampanye untuk Presiden AS Donald Trump," kata seorang pengacara hak cipta pada hari Kamis (11/5) waktu setempat.

Lagu disko tahun 1978 itu digunakan baik di rapat umum maupun sebagai soundtrack video kampanye menjelang pemilihan presiden AS pada hari Selasa (3/11).


"Para pemegang hak, termasuk Scorpio Music telah kaget dengan penyalahgunaan ini, apalagi untuk tujuan partisan dan pemilihan untuk kepentingan Donald Trump, yang tidak akan pernah mereka terima," kata pengacara Richard Malka, seperti dikutip dari AFP, Jumat (6/11).

"Penggunaan yang tidak sah dari lagu tersebut akan menjadi subyek pengaduan dalam beberapa hari ke depan, baik di Prancis dan di Amerika Serikat, terhadap setiap pemrakarsa atau kaki tangan dari apa yang merupakan pencurian langsung milik orang lain", katanya.

Lagu YMCA ditulis oleh penulis Prancis Jacques Morali dan Henri Belolo serta penyanyi utama Village People, Victor Willis.

The Village People menjadi terkenal di Atlantik dengan hit mereka 'YMCA' serta 'In the Navy' dan 'Macho Man' pada akhir 1970-an.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya